Jumat, 15 Mei 2026

Dianggap Menyinggung SARA dalam Ceramahnya, Habib Rizieq Dilaporkan Lagi ke Bareskrim

PALU EKSPRES, SURABAYA – Habib Rizieq Shihab kembali berurusan dengan aparat penegak hukum. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri. Aduannya masih sama, dia dituduh melakukan provokasi dan menyinggung suku agama ras dan antar golongan (SARA).

Pelaporan itu dilakukan oleh tim relawan Basuki-Djarot (Badja). Dalam laporan yang teregister dengan nomor TBL/261/IV/2017/BARESKRIM itu, Rizieq disangka melakukan tindak pidana SARA dan Provokasi melalui YouTube saat melakukan ceramah di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.

Terkait laporan itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menegaskan bahwa mereka akan menyelidiki laporan. Kata dia, sekarang penyidik masih mendalami dugaan SARA dan provokasi yang dilaporkan itu.

“Tentu akan kami dalami apa kata-katanya berdasarkan bukti yang ada, kapan itu diucapkan dan dalam konteks apa serta ditujukan untuk apa,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Selasa (18/4).

Mantan Kapolres Klaten ini enggan berkomentar lebih dalam terkait pernyataan Rizieq dalam video. Diketahui di video itu, Rizieq menyebut jika Ahok-Djarot mendapat aliran dana dari sembilan naga dan dana itu digunakan untuk membeli TNI dan Polri. “Kami nggak menanggapi, tapi kami melakukan penyelidikan,” tegas Rikwanto.

Pelaporan itu diketahui bermula dari video yang direkam di Surabaya pada 11 Maret 2017. Dalam video itu, Rizieq yang pernah masuk bui selama1,6 tahun dari kasus penyerangan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKKBB) itu menyebut Ahok-Djarot mendapat kucuran dana kampanye dari pengusaha yang dikenal sembilan naga.

Bahkan, dalam ceramahnya Rizieq menyebut dana triliunan dari sembilan naga digunakan Ahok-Djarot untuk membeli TNI dan Polri. Dalam laporan itu, Rizieq diduga melakukan tindak pidana SARA dan provokasi melalui YouTube sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008.

(elf/JPG/PE)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan