PALU EKSPRES, MOJOKERTO – Jelang keberangkatan haji, 1.790 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto kembali dibekali pembinaan khusus. Kali ini, mereka dituntut mampu menguasai sejumlah rukun haji lewat praktik manasik di komplek IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Mjokerto, di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Rabu (19/7).
Mereka digembleng selama sehari penuh agar mampu menguasai rukun Islam yang akan dipraktikkan di Tanah Suci. Namun, praktik manasik kali ini ternyata menguji kesabaran dan kondisi fisik ribuan CJH tersebut. Ujian ini terlihat dari teriknya sengatan matahari. Hal itu sengaja dilakukan Kemenag setempat agar CJH lebih terbiasa, dan dapat menyesuaikan cuaca ketika di Makkah atau Madinah, Arab Saudi. Praktek manasik ini sengaja digelar lebih siang, dimulai pukul 10.00. Diawali praktik wukuf di sisi barat lapangan komplek IPHI, jamaah diberikan pengetahuan tentang ibadah apa saja harus dipenuhi.
Lalu, berganti ke sisi timur lapangan IPHI, sebuah lorong yang diibaratkan sedang berada di Mina atau tempat peristirahatan sebelum melakoni lempar jumrah di Jamarat. Setelah itu, CJH langsung diusung ke tiga miniatur Jamarat sebagai tempat lempar jumrah. Tak hanya melewati biasa, ribuan jamaah diminta mempraktikkan lemparan batu yang sudah disiapkan panitia. Baru kemudian bergeser pada praktik tawaf atau mengitari minatur Kakbah sebanyak 7 kali.
Di sini, jamaah tak hanya mengitari biasa, tapi diberi pengetahuan tentang bagaimana cara menyambut Hajar Aswad di sudut Kakbah. Terakhir CJH melakoni praktek Sai di halaman parkir yang dibaratkan sebagai bukit Safa-Marwah di dalam Masjidilharam. Meski berada di tengah terik matahari, situasi itu ternyata tak menyurutkan antusiame CJH mendalami satu per satu praktik manasik. Bahkan, banyak di antara CJH lansia justru tampil lebih semangat di setiap rukun.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali menjelaskan, antusiame CJH di praktik manasik tahun ini terbilang tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tanggapan yang diutarakan di setiap sesi materi yang diberikan. Mukti bahkan melihat pembekalan dan pembinaan haji, baik manasik maupun pengetahuan seputar haji lain yang diikuti, lebih besar dari tahun lalu.
Hal itu dibuktikan dari tingkat kehadiran hampir seratus persen. ’’Feedback dan tingkat kehadiran jamaah luar biasa tinggi. Rata-rata sudah mengikuti lebih dari 15 kali bimbingan. Yakni, 11 kali melalui KBIH, kemudian 6 kali di tingkat KUA, dan 2 kali di tingkat Kemenag,’’ katanya.
(mj/far/ris/JPR)






