PALU EKSPPRES, PARIGI – Hingga hari ketiga banjir yang melanda Desa Sausu Piore, warga belum bisa terlayani dengan baik. Bantuan yang ada di lapangan masih minim. Terutama untuk kebutuhan konsumsi warga.
Dikonfirmasi via telepon pribadinya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Arifin Ahmad, dikonfirmasi Palu Ekspres Selasa (28/11) mengakui bahwa kondisi saat ini di lapangan masih sangat memerlukan bantuan.
“Memang sulit bisa melayani warga dengan hanya satu dapur umum. Kita sumberdayanya juga terbatas. Perlu tambahan dapur umum lagi. Kami berharap instansi lain juga bisa menurunkan fasilitas yang mereka punya,” kata Arifin.
Sejauh ini kata Arifin, pihaknya sudah melakukan upaya setiap hari memasok bahan makanan berupa mie instan, telur dan beras. Soal air minum, ia telah mengusahakan untuk menghubungi instansi lain seperti PU, tapi belum ada tanggapan.
“Ya, kita sekarang masih mengusahakan juga ke provinsi untuk menurunkan bantuan mobil tandem untuk air bersih,” jelasnya.
Selain itu, bantuan makanan masih terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir. Ia mengaku sudah mengajukan permohonan bantuan ke tingkat provinsi. “Hari ini sudah masik ke gubernur,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga korban banjir di Desa Sausu Piore mulai mengeluhkan bantuan makanan. Sejauh ini, bantuan makanan yang memperoleh masih minim. Meskipun mereka sudah mengalami krisis bahan makanan akibat banjir sejak Minggu (26/11).
Ria (37), warga Dusun II Desa Sausu Piore kepada Palu Ekspres Selasa (28/11) mengaku baru menerima empat bungkus mie instan pada hari ini, sejak banjir dua hari sebeumnya.
“Kami baru menerima empat bungus mie instan hari ini. Padahal kan satu rumah bisa ada empat sampe enam orang. Jadi kalu hanya empat bungkus sehari, itu maish kurang,” jelasnya.
Selain bahan makan, ia juga mengaku kekurangan air bersi untuk kebutuhan konsumsi. Ria memilih tidak bergabung ke posko dan dapur umum, karena di rumahnya, masih bisa melakukan aktifitas memasak.
“Sekitar lima rumah saja ini dari dapur umum rumah saya. Tapi bantuannya juga baru ini yang kami terima. Kalau bisa, bantuan itu langsung didistribusikan ke rumah-rumah. Tidak usah lagi ditampung. Kita semua butuh makan. Kata petugas mereka masih mengutamakan warga yang ada di bawah,” jelas Ria.
Kondisi saat ini kata dia, dengan keterbatasan sarana yang ada, perlu ditambah lagi posko untuk dapur umum. Sebab jika hanya satu, pasti akan kewalahan melayani konsumsi warga yang menjadi korban banjir.
(MS/Palu Ekspres)






