Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Ini Filosofi Penobatan Raja Tolitoli di Atas Batu Besar

PALU EKSPRES, TOLITOLI – Saleh Bantilan resmi dinobatkan sebagai raja Tolitoli yang digelar pada Minggu (10/12). Ia dikukuhkan di atas sebongkah batu besar yang dalam bahasa Tolitoli disebut “Lantung”, tepatnya di pantai Gaukan Kelurahan Nalu Kecamatan Baoalan.

Pantauan Palu Ekspres, Saleh Bantilan yang digotong oleh puluhan warga dari rumah adat atau Bale Masigi menuju pantai Gaukan tempat penobatan sebagai raja Tolitoli, diikuti ribuan warga yang datang khusus menyaksikan prosesi pesta budaya, yang dalam bahasa Tolitoli disebut “Matanggauk”.

Penobatan dan pengukuhan raja Tolitoli seharusnya dilakukan oleh paman Saleh Bantilan yakni Harsono Bantilan. Namun diwakilkan oleh sesepuh pemangku adat Tolitoli, Haryo Yapto Sulistiyo Suryo Sumarno.SH, yang telah dinobatkan sebagai sesepuh pemangku adat Tolitoli sejak Desember 2002 silam.

Raja Tolitoli Saleh Bantilan saat diwawancara singkat pada prosesi pelantikan di atas bongkahan batu besar mengatakan Batu Besar atau “Kantung” merupakan salah satu kekayaan alam yang banyak terdapat di Kabupaten Tolitoli.

“Dari bentuk dan ukuran yang begitu besar, berfungsi sebagai penahan derasnya air yang mengalir di sungai, juga dapat menahan beban tanah di pegunungan. Sehinggga tidak akan mudah longsor,” katanya.

Hakekat itulah yang kemudian menjadi salah satu dasar yang melatarbelakangi mengapa sang raja dinobatkan di atas batu besar atau ‘Kantung’.

“Marilah secara bersama sama mempertahankan, mengembangkan dan melestarikan nilai nilai budaya masyarakat adat Tolitoli. Sehingga kelak nanti anak negeri ini tidak akan kehilangan identitas kebudayaannya.

(Mg6/Palu Ekspres)