Minggu, 5 April 2026
Daerah  

KPU Parimo Gelar Pentas Seni Budaya Sebagai Media Sosialisasi

PALU EKSPRES, PARIGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan Pagelaran Seni Budaya yang digelar pada Sabtu malam (21/4) di Taman Masigi Parigi. Pagelaran seni ini dalam rangka menyongsong satu tahun Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019.

Komisioner KPU Parigi Moutong, Iqbal Bungadjim mengatakan, kegiatan ini serentak dilaksanakan oleh seluruh KPU mulai dari KPU RI sampai tingkatan KPU Kabupaten di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tanggal pemungutan suara pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019.

“Malam ini adalah sebuah hajatan yang dilakukan KPU RI secara Nasional, 34 Provinsi, 400 Kabupaten dan 100 Kota, malam ini secara serempak mengingatkan semua pemilik suara bahwa satu tahun lagi kita akan lakukan Pemilhan Umum secara serentak,”ujarnya.

Dia mengatakan, dahulu itu kita bisa merebut kekuasaan dengan cara peperangan atau bertempur tetapi sekarang ini di zaman modern, kita merebut kekuasaan itu dengan cara demokratis. Menurutnya, banyak orang mengatakan bahwa walaupun seluruh OPD itu adalah orang-orang pintar, bahkan walaupun orang di instasi pemerintah itu pintar, tapi kalau yang memegang kekuasaan itu orang tidak benar maka semua kepintaran itu akan hancur.

“Kita di sini meminjam istilahnya Ali bin Abu Thalib, kalau kemiskinan itu masuk di pintu depan maka Iman itu akan keluar lewat jendela, artinya, kalau kekuasaan itu diambil oleh orang-orang yang tidak paham maka kemudian kerusakanlah yang akan terjadi di Republik ini,” ungkapnya.

Olehnya itu kata dia, agar hal ini tidak terjadi baik orang baik, maupun orang tidak baik semua berkewajiban untuk menyumbangkan suaranya. Sehingga seluruh lapisan masyarakat memanfaatkan betul dan mengingatkan karena ini baru pertama kali terjadi di Republik ini yang sudah merdeka kurang lebih 73 tahun silam.

“Walaupun bisa jadi kami bukan lagi penyelenggara di KPU ini, tapi baru kali ini terjadi, kita memilih serempak Presiden dan wakil Presiden, DPR, dan DPRD, itu kita pilih serempak orang datang ke TPS dengan menggunakan lima surat suara, olehnya itu, kalau ini gagal bisa jadi kelangsungan pemerintahan ini tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya, sehingga ini menjadi tanggungjawab kita bersama harus kita pegang ini, untuk menyukseskan Pemilu nantinya,”jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya dalam sosialisasi selalu menggunakan sumber daya lokal, “Malam ini kami mohon maaf jika anak-anak kita yang tampil betul-betul pabrik anak-anak Parigi Moutong, Parigi khususnya. Kalau salah satu atau salah dua mohon dimaafkan, tentu hujan emas di negeri orang masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri, asal betu-betul menggunakan potensi sendiri, walaupun gagal kalau kita pakai orang luar daerah tentunya beda, walaupun sedikit salah tapi menggunakan potensi lokal kita,”terangnya.

(asw/Palu Ekspres)