Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Balita Penderita Hydrocephalus di Desa Petapa Butuh Bantuan

PALU EKSPRES, PARIGI – Tasya, balita berusia dua tahun dua bulan, warga Desa Petapa Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, telah lama menderita penyakit Hydrocephalus. Kini, menanti uluran tangan dari pihak dermawan karena terkendala biaya untuk melakukan operasi lanjutan pasca operasi tahap pertama di Jakarta beberapa waktu lalu.

Meskipun memiliki kepala yang berukuran besar, namun seakan tidak mengganggu aktifitasnya. Tasya saat ditemui media ini sedang berbaring di lantai ruang keluarga rumahnya. Sepintas terlihat seperti anak pada umumnya, karena bobot tubuhnya yang terbilang besar dan sehat.

Tasya merupakan anak kedua dari Lince dan Kasri warga dusun IV Desa Petapa itu, menderita penyakit penyumbatan cairan di bagian otak sejak masih di dalam kandungan ibunya. Beruntung, untuk biaya operasi tahap pertama, Tasya sudah melaluinya berkat bantuan donasi dari pihak dermawan di Jakarta.

“Kami dapat bantuan untuk operasi pertama, yang dilakukan beberapa waktu lalu di Jakarta dari pihak dermawan. Namun memang harus dilanjutkan lagi operasi tahap berikutnya, agar ukuran kepala anak saya mengecil,” kata Lince, Ibu kandung Tasya saat ditemui Palu Ekspres di kediamannya, Rabu (25/4/18).

Dia mengatakan, pihak keluarga mengalami keterbatasan biaya untuk pengobatan lanjutan Tasya. Apalagi operasi lanjutan harus segera dilakukan enam bulan pasca operasi pertama.

Pihak dermawan di Jakarta kata dia, menyatakan siap untuk biaya operasi lanjutan, hanya saja hal itu tetap tidak mudah bagi pihak keluarga. Sebab, selama menjalani pengobatan di Jakarta, biaya hidup menjadi beban berat pihak keluarga.

“Kos di sana saja satu bulan Rp1 juta, belum lagi biaya setiap hari. Bahkan, biaya transportasi ke Jakarta juga tidak masuk dalam bantuan pengobatan Tasya dari pihak dermawan itu,” ungkapnya.

Menurutnya, kehidupan keluarganya yang sangat pas-pasan, membuat pihak keluarga terpaksa menunda keberangkatan Tasya, karena untuk mendapatkan biaya besar itu jelas membutuhkan waktu lama untuk dicapai.

Harapannya, kepada pihak pemerintah dan para dermawan dapat memberikan bantuan, sehingga anaknya dapat tumbuh sehat seperti anak seusianya.

“Saya berharap bisa diberikan bantuan, biar anak saya segera dibawa ke Jakarta lagi untuk operasi. Supaya kepalanya bisa kembali mengecil dan tidak kembali lagi seperti saat ini,” harapnya.

(asw/Palu Ekspres)