Sabtu, 4 April 2026
Daerah  

Jemaah Salat Magrib di Masjidil Haram Kesulitan Melaksanakan Sujud

makkah

PALU EKSPRES, MAKKAH – Kurang lebih sepekan jelang pelaksanaan Wukuf di Arafah sebagai rangkain puncak ibadah haji, seluruh jemaah calon haji dari seluruh penjuru dunia mulai memadati kota Makkah. Kepadatan ini semakin terasa pada waktu pelaksanaan salat di Masjidil Haram.

Bahkan sebagaimana dilaporkan Pembimbing Ibadah Kloter 6 BPN, Dr. H. Kiflin Padjala, kepadatan tersebut mengakibatkan jemaah kesulitan untuk melaksanakan sujud pada saat salat berjemaah.

“Pengalaman saya dan jemaah lainnya, tadi malam ketika salat Magrib tidak bisa sujud, atau hanya bisa salat berdiri dengan isyarat saja,” kata Kiflin, melalui pesan WhatsApp, Selasa 14 Agustus 2018.

Sebelumnya Mahkamah Ulya Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pada Minggu 12 Agustus 2018 telah masuk tanggal 1 bulan Dzulhijjah 1439 H. Dengan demikian, maka hari Arafah atau pelaksanaan Wukuf pada 9 Dzulhijjah akan bertepatan dengan hari Senin 20 Agustus 2018, dan Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi bertepatan pada keesokan harinya atau Selasa 21 Agustus 2018.

Ketetapan tersebut, sebagaimana informasi dari PPIH Sulteng merupakan hasil pengamatan Tim Rukyatul Hilal di beberapa lokasi, yakni As-Sudair dan Asy-Syarqa yang menyatakan berhasil melihat hilal.

Jelang pelaksanaan Wukuf, Kiflin menyebutkan secara umum jemaah calon haji asal Sulteng, khususnya asal Kota Palu dan Kabupaten Tolitoli yang tergabung dalam kloter 6 BPN dalam kondisi kesehatan yang stabil, meskipun ada beberapa jemaah yang dirawat oleh tim kesehatan.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan Wukuf, PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Sektor 5 telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah, untuk tidak memaksakan diri ke Masjidil Haram untuk salat karena kondisi cuaca yang sangat panas.

“Disampaikan bahwa sebaiknya siapkan tenaga, untuk menuju Arafah melaksakan Wukuf dengan semua rangkaianya, karena Al-Hajju Arafah (puncak ibadah haji itu Arafah-red),” ujar Kiflin.

Kiflin juga menyebutkan, PPIH Daker Makkah juga menginformasikan bahwa layanan terakhir bus Shalawat ke Masjidil Haram dilaksanakan pada 16 Agustus 2018, dan jemaah akan dilayani kembali sepulang dari rangkaian haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) pada 25 Agustus 2018.

Sementara itu, jemaah calon haji asal Sulteng di kloter 8 BPN semakin memantapkan persiapan jelang Wukuf, dengan terus melaksanakan bimbingan manasik Wukuf. Pembimbing ibadah kloter 8 BPN, H. Lutfi A. Godal menyebutkan, melalui pesan WhatsApp pada Senin 13 Agustus 2018, manasik jelang Wukuf dilaksanakan pada rombongan 1, 2, 3, dan 4 jemaah asal Kabupaten Donggala, serta rombongan 8, 9 dan 10 asal Kabupaten Parigi Moutong. Sedangkan rombongan 5, 6 dan 7 telah melaksanakan manasik pada hari Sabtu. Bimbingan manasik tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan tiap jemaah.

“Manasik ini menjadi penting untuk mengantar jemaah meraih haji mabrur. Alhamdulillah jamaah kloter delapan dalam keadaan sehat. Harapan kami seluruh keluarga di tanah air turut mendoakan kami di sini, agar senantiasa mendapatkan kemudahan,” pungkas Lutfi.

(abr/Palu Ekspres)