PALU EKSPRES, PALU – Pada prosesi Wisuda Sarjana ke-93 serta puncak peringatan Dies Natalis ke-37 Universitas Tadulako (Untad), Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio turut menyampaikan permohonan maafnya kepada pencipta lagu sekaligus arranger hymne Untad.
Apoly Bala, pria asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 35 tahun yang lalu atau tahun kedua Untad menyandang status sebagai perguruan tinggi negeri, mengikuti sayembara hymne Untad. Prof. Basir menuturkan, dalam perjalanannya kemudian pihak Untad alpa dalam mengumumkan siapa-siapa peserta lomba dan siapa yang menjadi pemenangnya. Namun sejak saat itu, hymne Untad ciptaan Apoly Bala terus disenandungkan oleh keluarga besar Untad pada setiap event.
“Kami tentu bangga atas ciptaan lagu beliau, yang telah menjadi pewarna bagi kami di Untad hingga saat ini. Di balik rasa bangga itu, tersimpan rasa penyesalan yang mendalam mewakili keluarga besar Untad. Hanya permohonan maaf yang sedalam-dalamnya yang dapat kami sampaikan, atas kealpaan institusi kami selama 35 tahun,” tutur Rektor.
Pada acara Wisuda Sarjana ke-93 dan Dies Natalis ke-37 Untad, Rektor Untad memberikan penghargaan langsung kepada Apoly Bala, yang berkesempatan hadir pada acara tersebut, serta hak cipta hymne Untad juga secara resmi diserahkan ke Untad.
Rektor melanjutkan, berkat kecanggihan teknologi Apoly akhirnya menemukan lagu ciptaannya tercantum dalam Statuta Universitas Tadulako yang tertuang dalam Permenristekdikti nomor 8 tahun 2015 oleh Kemenkum HAM.
“Terima kasih atas kebesaran hati, keterbukaan dan kebersamaannya, sehingga terhitung mulai tanggal 20 Agustus 2018 hak cipta dari Bapak Apoly Bala telah resmi diserahkan kepada Untad. Kami berharap kiranya kekhilafan institusi kami di masa silam, menjadi jembatan pembawa berkah yang dapat menghubungkan kedua nurani yang terpisah oleh samudera kealpaan selama 35 tahun,” demikian Rektor.
(abr/palu ekspres)






