Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

THREE  IF

Nur-Sangaji
Oleh : Muhd Nur Sangadji
Judul ini terinspirasi dari tulisannya James Mayer’s dari international Institute for environment and Development (IIED) berjudul four Rs. Rs ini adalah singkatan dari Right, Responsibility, Relation dan Revenue. Sama sekali tidak ada kaitan substansi. Tapi pilihan judulnya punya alur serupa.
Tiga If ini saya rangkai dari pikiran sejumlah orang yang memulai kalimatnya dengan  kata If. Saya pun menggunakannya untuk merespon pertanyaan sejumlah audens, mahasiswa dan alumni Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) dalam satu even amat penting. Grand Alumni Meeting dan Carier Fair, Agriculture Faculty, Tadulako University, 2018, pada tanggal 24 Augustus di Auditorium UNTAD Palu.
Banyak anak muda mahasiswa dan alumni ini gelisah pada masa depan, lalu bertanya tentang modal dan strategi menghadapinya.
Saya lalu teringat pada pernyataan ahli ekonomi yang mengatakan hal penting tentang produksi dan pemasaran.
Dan, inilah If yang pertama. Ahli ekonomi itu berkata,  “If you stop to produce you Will die” (bila kamu berhenti berproduksi, kamu akan mati). Namun, pernyataan ini diungkap untuk masa lalu, dimana ekonomi masih bersifat subsisten. Artinya, orang berproduksi hanya untuk makan. Sekarang,  biar kita berproduksi tapi tidak bisa menjual, kita juga bisa mati.
Untuk berproduksi dan menjual,  kita harus memulainya dengan apa yang kita punya.  Maka munculah If yang kedua. “If you can not  have some thing that you love,  than you have to love something that you have”. Ini penting, karena kita memang sering bertanya atau mengeluhkan apa yang kita tidak punya. Sampai kita lupa begitu banyak potensi yang kita miliki.
Kita sering sekali melihat ke luar, hingga kita lalai tentang apa yang ada di dalam.
Seorang filusuf kenamaan kita pernah bicara.  Beliau berucap satu ketika,  “Lama sekali aku mengetuk pintu. Tapi ketika akhirnya pintu itu terbuka, aku baru menyadari bahwa ternyata selama ini aku mengetuknya dari dalam”. Inilah potensi internal atau “the inner beauty” yang kadang kita abaikan atau tidak menyadarinya.
Dari sini maka munculah If yang ke tiga. Diungkap oleh Bandura, ahli pendidikan dunia. Dia bilang, “If you think, you can, you can, but, if you think, you can’t, you can not do anything”. Kalau kamu fikir kamu bisa, kamu bisa. Tapi kalau kamu fikir kamu tidak bisa, kamu tak mungkin dapat melakukam apa pun.
Begitulah, kekuatan berfikir dengan keyakinan itu bekerja merubah yang tidak mungkin manjadi bisa. Jadi, saatnya kita mulai berfikir dengan If atau jika (baca : prasyarat). Dengan kata lain, hanya bila If terpenuhi maka perubahan ke arah tujuan akan tercapai,, Semoga. (***)
 
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital