PALU EKSPRES, PALU – Hari terakhir pelaksanaan Tanggap darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami, Likuifaksi Sulteng , Satuan Tugas Gabungan Paduan pada hari Jumat 26 Oktober 20q8 pada pelaksanaan pembersihan Petobo masih menemukan 5 Korban meninggal. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dikuburkan .
Berikut data Satgasgabpad pada hari terakhir Tanggap darurat di Sulteng :
1. Korban Meninggal sebanyak 2.086
– Kota Palu sebanyak 1.712.
– Kab. Sigi sebanyak 188.
– Kab. Donggala 171
– Kab. Parimo 15.
2. Korban Luka Luka sebanyak 4.438
– Kota Palu 1.549.
– Kab. Sigi 1.112.
– Kab. Donggala 1.750.
– Kab. Parimo 27.
3. Korban hilang 1.075
– Kota Palu 832
– Kab. Sigi 227
– Kab. Donggala 14
– Kab. Parimo 2
4. Rumah Rusak sebanyak 68.451
– Kota Palu sebanyak 65.733
– Kab. Sigi sebanyak 897
– Kab. Donggala Sebanyak 680
– Kab. Parimo sebanyak 1.141
5. Penduduk Pengungsi sebanyak 206.494.
– Kota Palu sebanyak 80.034
– Kab. Sigi sebanyak 84.888.
– Kab. Donggala sebanyak 41. 069.
– Kab. Parimo sebanyak 553.
Beberapa hal informasi penting adalah adanya data terkoreksi jumlah meninggal dunia di kabupaten sigi disebabkan adanya koreksi data dari Pemda Sigi dan BNPB terhadap jumlah korban meninggal.
Saat ini sangat dibutuhkan Validasi data untuk menuju satu data untuk dijadikan bahan kebijakan Pemerintah pada masa transisi darurat dan masa rehabilitasi dan rekontruksi.
Sesuai hasil rapat lengkap yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola , pada tanggal 25 Oktober 2018 menegaskan perlu dilakukan Validasi data seperti :
1. Jumlah Orang Meninggal dan siapa ahli warisnya agar divalidasi datanya oleh Pemerintah Daerah , Capilduk , lurah dan kepala Desa dan diterbitkan SK Kepala Daerah untuk bahan data pemberian santuan dari Depsos .
2. Jumlah rumah yang hilang dan hancur, rusak berat, rusak ringan.
3. Jumlah pengungsi by Name By Address, tujuannya kata Menkopolhukam Wiranto, untuk kebijakan pemberian Jadup dan dasar gubernur untuk usulan penambahan cadangan beras ke Bulog pada masa transisi darurat.
Karena situasi masyarakat kota Palu, Sigi dan Donggala dianggap mulai kondusif, maka penarikan personil TNI sudah mulai dilaksanakan
(Rilis/Pangkogasgabpad/ palu ekspres)






