PALU EKSPRES, PARIGI- Sejumlah anggota legislator Parigi Moutong menilai Bupati Samsulrizal Tombolotutu tidak peduli terhadap penanganan soal bencana yang melanda warganya, dan terkesan lebih mengutamakan daerah lain ketimbang daerahnya sendiri. Lebih parah lagi beredar rumor bahwa bencana yang menimpa Kabupaten Parimo tidak separah dengan wilayah Palu, Sigi dan Donggala. Sehingga Samsurizal lebih memfokuskan bantuan pada tiga wilayah tersebut dengan menggunakan anggaran daerah ini. “Inikan aneh, daerah sendiri tidak diperhatikan hanya mengurus daerah orang, tidak ada yang larang memberikan bantuan ke daerah yang terkena bencana. Tapi utamakan dulu wargamu karena mereka sangat membutuhkan bantuan, sampai-sampai sudah tidak bisa makan lagi, seperti yang terjadi di beberapa kecamatan,” ungkap Politisi PDIP, Sugeng Salilama di hadapan sejumlah perwakilan warga Kecamatan Parigi Tengah di kantor DPRD, Rabu (31/10/2018).
Ia menilai, banyak bantuan yang masuk di Kabupaten Donggala, Sigi dan Kota Palu bersumber dari pusat baik itu Kementrian dan daerah lain. Sebaliknya di Kabupaten Parimo, warganya hanya menggigit jari, disebabkan tidak mendapat bantuan. Sehingg saat rapat beberapa waktu lalu, pihaknya meminta ketua DPRD untuk meminta penjelasan dari Bupati. Dan tidak hanya mengundang Organisasi Perangkat daerah saja.
“Kita pertanyakan Bupati dikemanakan anggaran 750 juta rupiah untuk tanggap darurat yang konon sudah dikucurkan 350 juta rupiah dan menyisahkan 400 juta rupiah lagi, apakah dana itu yang dibantukan ke daerah Sigi, Donggala dan Palu sementara warga kita dibaiarkan mati kelaparan,” keluhnya.
Kemudian yang lebih memprihatinkan lagi kata Sugeng, ada warga d isalah satu desa di Kecamatan Parigi Tengah sudah mengkonsumsi umbi hutan, karena tidak ada lagi stok beras. Bahkan semalam menurutnya, ada warga dari Kecamatan Siniu meminta beras dua kilo kepada dirinya, Ini artinya pemerintah tidak lagi mengutamakan warganya yang terkena musibah bencana.
Ia menjelaskan, sesuai data sementara, rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan berjumlah 7.331 unit. Sementara warga Parimo yang meninggal dunia tercatat 24 orang. Namun sampai detik ini bantuan atau perhatian dari pemerintah tak kunjung tiba di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Binagga, Nurdin bersama sejumlah warga sebagai perwakilan dari Kecamatan Parigi Tengah , mendatangi Kantor DPRD Parimo yang diterima langsung oleh Ketua dan beberapa anggota legislatif lainnya. Mereka menyampaikan beberapa keluh kesah masyarakat. Karena menurutnya, tercatat sudah sebulan lebih pascagempa, banyak warga Parimo yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.
“Bantuan pernah turun berupa beras dua ton itu hanya beras saja, namun belum mencukupi karena banyak warga belum kebagian, akibat kekurangan stok makanan, sehingga warga memilih mengambil umbi hutan,” terangnya.
(asw/Palu ekspres).






