PALU EKSPRES,TOLITOLI – Puluhan petani cengkih mendatangi kantor DPRD Tolitoli, Jumat (2/11/2018).
Kedatangan petani yang mengatasanamakan Petani Cengkih Bersatu, diterima langsung Ketua DPRD Tolitoli, Andi Ahmad Syarif, dan sejumlah anggota DPRD. Sebelumnya Kordinator lapangan (Korlap) Jasmin SH, berorasi di depan gedung DPRD Tolitoli
Jasmin mengatakan Tolitoli merupakan daerah penghasil komoditi cengkeh cukup tinggi, namun perhatian pemerintah terhadap harga cengkeh belum maksimal. Sehingga memberi ruang bagi para pemodal untuk memainkan harga.
Semula kata Jasmin, ada dua perusahaan rokok yang memberi harapan baru kepada petani cengkeh harganya bisa stabil. Kenyataannya perusahaan rokok swasta itu ikut memainkan harga yang merugikan petani.
Saat ini petani sedang menghadapi panen raya. Pengusaha justru menerapkan harga yang tidak stabil kadang di kisaran Rp84 ribu per kilogram kadang juga turun. Petani khawatir dapat memberatkan beban dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi, apalagi dengan biaya panen yang cukup tinggi.
Di hadapan pimpinan DPRD Tolitoli, Jasmin menyampaikan tuntutan petani. Diantaranya mendesak pemerintah stabilkan harga cengkeh dan hentikan monopoli dagang cengkeh di Tolitoli.
Ketua DPRD Tolitoli, Andi Ahmad Syarif, mengatakan yang memainkan harga cengkeh bukan pengusaha, melainkan perusahaan rokok.
“Kalau saya melihat yang memainkan harga cengkeh ini perusahaan rokok, karena kebutuhan perusahaan untuk cengkih di kisaran 90 persen lebih,” katanya.
Menurut Andi Ahmad Syarif, tidak ada yang memonopoli pembelian, karena, ada sejumlah perusahaan rokok yang datang ke Tolitoli untuk membeli cengkeh petani.
Namun selaku pimpinan DPRD Andi Ahmad berupaya untuk mencarikan solusi soal kestabilan harga cengkeh, dan akan menyampaikan ke Pemda Tolitoli.
(madi/ palu ekspres)