PALU EKSPRES, PALU – Banyak cara digunakan orang tidak bertanggung jawab untuk menipu. Baru-baru ini dinas sosial (Dinsos) Kota Palu mendapat laporan warga yang mengaku telah membeli sisa bantuan logistik korban bencana dari orang berseragam PNS.
Kepala Seksi Tuna Susila dan Napsa Dinsos Palu, Firman Lapata kepada wartawan menyebutkan, seorang pemilik kios di Jalan Asam Palu telah diperdayai dengan modus demikian.
Warga itu kata Firman, didatangi seorang pria berseragam PNS, pada Kamis siang 1 November 2018 pekan lalu. Kemudian mengaku sebagai PNS yang bertugas mengatur bantuan logistik di Dinsos Palu.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku penipuan jelas Firman, menawarkan sisa bantuan logistik untuk dijual dengan harga murah. Dengan alasan bantuan logistik yang masuk stoknya sudah berlebihan.
“Pelaku pura pura menawarkan gula. Katanya stok gula di Dinsos berlebihan. Lalu akan dijual murah agar uangnya buat beli beras. Dengan alasan pengungsi lebih butuh beras daripada gula,”papar Firman.
Sialnya menurut Firman, korban langsung percaya begitu saja. Kemudian menyerahkan uang sebesar Rp4juta untuk pembelian logistik tanpa melihat barang yang akan dibelinya.
Pelaku menurut keterangan korban, hanya membonceng dirinya menggunakan motor dengan alasan untuk mengambil barang di kantor Dinsos Palu, Jalan Bantilan. Namun ditengah perjalanan, pelaku menurunkan korban. Pelaku berdalih mampir sebentar di rumahnya.
“Korban ini mengaku diturunkan depan sebuah lorong di Jalan Rajamoili. Alasannya mampir sebentar di rumahnya. Setelah itu pelaku tidak lagi menampakkan dirinya,”terang Firman.
Merasa tertipu, korban lanjut Firman hari itu juga datang ke kantor Dinsos Palu untuk menanyakan penjualan logistik yang ditawarkan pelaku. Sekaligus mencari kebenaran pelaku adalah seorang PNS Dinsos Palu.
“Ternyata tidak satupun pegawai kami yang melakukan itu. Kami sudah verifikasi dengan menunjukan seluruh foto pegawai kepada korban,”jelasnya.
Dari peristiwa ini, Firman mengimbau masyarakat khususnya pedagang untuk lebih waspada dengan penjualan barang dengan modus demikian. Apalagi, kata dia, seluruh bantuan logistik untuk korban bencana tidak ditampung di kantor dinas sosial.
“Jangan mudah percaya orang. Kalau perlu masyarakat ambil fotonya jika ada yang menawarkan logistik dengan harga murah,”pungkasnya.(mdi/Palu ekspres).






