Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Penghuni Huntara di Dolo Diberdayakan Melalui Padat Karya

Nampak warga Desa Poboya yang ada di Huntara dan sedang bekerja melalui program padat karya, Selasa 25 Desember 2018. Foto: Niko/PE

PALU EKSPRES, SIGI– Sebagian besar warga Desa Poboya Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, yang menempati huntara bekerja sebagai petani. Olehnya, semenjak terjadinya gempa menguncang Palu, Donggala dan Sigi beberapa bulan lalu, mata pencarian para warga yang menempati huntara tersebut  terhenti untuk sementara. Penyebabnya, karena tidak adanya pasokan air dari sungai Gumbasa. “Tidak ada air di irigasi karena tidak ada suplay dari sungai Gumbasa,”  kata Sekretaris Desa Poboya Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi,  Sofyan, Selasa (25/12/2018).

Menyikapi kondisi tersebut katanya, pihak Pemerintah Desa berinisiatif untuk memberi warga pekerjaan melalui program padat karya. Warga Desa Poboya mulai bekerja dari tanggal 24 Desember 2018.
“Sudah dua hari ini warga bekerja sebagai padat karya, di mana para warga diberi upah setiap harinya sebesar Rp80.000 ,” kata Sofyan.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Poboya, Kadri mengakui, ada sekitar 600 warga Desa Poboya yang dipekerjakan pada program padat karya. Di mana dari 600 orang itu di ambil dari tiga dusun yang ada di Desa Poboya. “Upah mereka diambil dari sisa dana desa tahun anggaran 2018,” ungkapnya.

Untuk tahun 2019 nantinya, apakah pekerjaan padat karya ini dilanjutkan atau tidak kata Kadri, terlebih dahulu akan dilakukan musyawarah dengan seluruh perangkat desa dan pihak terkait lainnya.

(mg4/palu ekspres)