PALU EKSPRES, PARIGI– Sosialisasi Tuberculosis (TBC) dalam rangka peringatan hari TBC Sedunia 2019 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo melalui Dinas Kesehatan Parimo di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis 28 Maret 2019, dinilai tidak maksimal.
Pasalnya, dalam kegiatan sosialisasi tersebut hanya dihadiri segelintir organisasi perangkat daerah (OPD) Parimo saja tanpa melibatkan masyarakat.
Sementara, merujuk ke kasus tuberculosis di Kabupaten Parigi Moutong itu, jumlah penderitanya sangat tinggi yakni, 716 kasus.
Pantauan media ini, kebanyakan peserta yang hadir dari berbagai OPD dilingkup Pemerintah Daerah Parigi Moutong. Kegiatan peringatan TBC se-dunia ini dirangkaikan dengan jalan sehat dan peserta mendapat hadiah.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Parimo, Elen Ludya Nelwan, ditemui media ini usai kegiatan, Kamis 28 Maret 2019, mengakui, beberapa hari sebelum kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan, pihaknya sudah mengedarkan undangan ke Pemerintah Kelurahan, Kecamatan dan Desa.
“Iya sudah kami edarkan undangan dan sudah kami sampaikan ke kelurahan, kecamatan dan desa tapi tidak ada juga yang hadir,” ujarnya.
Elen menjelaskan, pengidap penyakit TBC terbanyak di Parimo yakni, Kecamatan Palasa 35 orang, Sienjo, 33 orang, dan 31 orang di Kecamatan Parigi.
“Jadi jumlah seluruhnya itu 716 orang yang sisanya itu ada di Kecamatan lain,” Jelasnya.
Ia menjelaskan, TBC ini juga dikenal dengan penyakit yang menular. Sehingga, tidak heran jika penyebarannya cukup relatif mudah dan cepat karena melalui udara. Untuk TBC kerap mempunyai riwayat tertular dari penderita lainnya.
Penyakit TBC ini menyerang paru-paru yang di sebabkan oleh hasil Mycrobacterium Tuberculosis. Penyakit TBC memang tidak mudah di kenali pada stadium awal.
Sebab, gejalanya memang mirip dengan batuk pada umumnya, sesaat setelah tertular gejala-gejala yang muncul terlihat biasa-biasa saja, seperti orang yang terkena flu.
Gejala TBC ini biasanya batuk, nafsu makan kurang, demam dan keringat dingin pada malam hari.
(asw/palu ekspres)






