Manager HR dan CDC PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Mahyudin Usman Piu menandatangani dokumen berita acara penyerahan dana bagi mitra binaan pada kegiatan penyaluran program kemitraan dan pembekalan calon mitra binaan Telkom Witel Sulteng-Palu, Kamis (20/6/2019), di Rumah Kreatif Telkom Witel Sulteng. Foto: Abidin/PE
PALU EKSPRES, PALU– PT. Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Sulawesi Tengah kembali menyalurkan dana bantuan sebanyak Rp300 juta bagi 10 mitra binaannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/6/2019).
Sebelumnya, pada triwulan (TW) I pada tahun yang sama, PT Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana sebanyak Rp300 juta kepada 9 mitra binaan CDC dan RKB Telkom. Dengan demikian, hingga TW II 2019, total dana yang telah disalurkan perusahaan plat merah ini dalam bentuk dana bergulir kepada 19 mitra binaannya di Sulteng sebesar Rp600 juta.
“Tahap I Rp 300 juta untuk 9 binaan. Di TW II ini jumlah yang dikucurkan juga sebesar Rp 300 juta. Ini baru untuk dua TW, Insya Allah TW 3 dan 4 akan kembali dikucurkan sesuai dengan permohon dari calon-calon mitra binaan. Apabila permohonan melebihi dari Rp300 juta maka kami akan bermohon ke regional atau pusat sebanyak yang diminta oleh calon mitra binaan itu,” kata Manager HR dan CDC PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Mahyudin Usman Piu mewakili GM Telkom Witel Sulteng, Ichwan Muhammadiah pada penyaluran program kemitraan dan pembekalan calon mitra binaan Telkom Witel Sulteng-Palu, Kamis (20/6/2019), di Rumah Kreatif Telkom Witel Sulteng.

Manager HR dan CDC PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Mahyudin Usman Piu menyerahkan dokumen berita acara penyerahan dana bagi mitra binaan pada kegiatan penyaluran program kemitraan dan pembekalan calon mitra binaan Telkom Witel Sulteng-Palu, Kamis (20/6/2019), di Rumah Kreatif Telkom Witel Sulteng. Foto: Abidin/PE
Mahyudin mengatakan, tahun 2018 lalu, terhitung dari TW I hingga TW IV, Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana bergulir sebanyak Rp 2 miliar kepada para mitra binaan CDC dan RKB di daerah ini. Besaran dana yang diberikan kepada setiap mitra binaan kata Mahyudin, nilainya bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp75 juta. Jika mitra binaan baru yang belum pernah memperolah bantuan dari Telkom dalam hal penyaluran dana bergulir tersebut, akan memperoleh maksimal Rp10 juta. Sedangkan bagi mitra binaan yang sudah memperoleh dana bergulir sebelumnya dan sesuai hasil survey sangat layak untuk kembali dibantu, maka akan memperoleh dana bantuan maksimal Rp75 juta.
Pola pengembaliannya lanjutnya, PT. Telkom memberikan kelonggaran untuk mengangsurnya dengan tenor maksimal 24 bulan atau 2 tahun. Kalaupun mitra binaan merasa sanggup untuk mengangsurnya di bawah 2 tahun, PT Telkom tetap akan memberikan kelonggaran.
“Jadi yang 75 juta rupiah itu, mungkin peminjaman yang ketiga kali dan pemberian dana bergulir itu maksimal hingga 3 kali berdasarkan hasil survei terhadap mitra binaan bersangkutan,” ujarnya.
Adapun kriteria calon mitra binaan Telkom tambahnya, adalah warga yang memiliki usaha, misalnya dalam bentuk UKM yang sudah berjalan.
“Jika baru mau memulai usahanya, tidak pernah kami merekomendasikan untuk diberikan. Mitra binaan yang diberikan untuk memperluas usahanya,” ujarnya. (fit/palu ekspres)
