Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Spirit Al-Maun Membantu Warga Pulihkan Kehidupan Pascabencana

PALU EKSPRES, DONGGALA– Muhammadiyah melalui Lembaga Penanggulangan Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus melakukan program pemulihan pascabencana kepada masyarakat Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada September 2018 lalu.

Salah satu program MDMC pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi menyasar masyarakat di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Hampir setahun pascabencana, MDMC melalui tim rehabilitasi dan rekonstruksi secara umum di Sirenja pada tahap pertama melakukan program bantuan perahu dan mesin kepada para nelayan sejumlah 189 perahu dan 250 mesin. Program ini bekerja sama dengan NGO asal Swiss yakni Solidar Suisse.

Selain itu, MDMC bekerja sama dengan NGO asing lainnya yakni Heks Eper membuatkan hunian sementara (huntara) bagi 89 KK. Serta program cash for work for emergency dengan sasaran 238 penerima manfaat.

Secara simbolis bantuan perahu dan mesin untuk nelayan diserahkan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, di Desa Tanjung Padang, Sabtu 31 Agustus 2019. Haedar menerangkan, Muhammadiyah bersama Aisyiyah dan seluruh elemen di dalamnya langsung bergerak cepat mengambil peran penanggulangan bencana sejak bencana tersebut terjadi.

Komitmen tersebut, kata Haedar karena Muhammadiyah ingin menunjukkan spirit Al-Maun, yakni nilai-nilai kepedulian bukan hanya sebatas menjadi jargon atau teori semata. Melainkan menjadi sebuah praktik nyata. Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah ingin menunjukkan program-program penanggulangan kebencanaan bisa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.

“Kekuatan civil society seperti Muhammadiyah sangat diperlukan di saat seperti ini. Yang sering diabaikan oleh pihak lain bahwa kekuatan masyarakat seakan tidak lebih kuat dibanding kekuatan politik. Di saat seperti ini justru ormas yang menjadi kekuatan penyangga,” kata Haedar.

Sebelum menyerahkan bantuan perahu dan mesin kepada nelayan secara simbolis, Haedar turut menyampaikan tausyiah di hadapan warga di Masjid Al-Munawarah Sirenja, serta memberikan bantuan mushaf Alquran kepada pengurus Masjid Al-Munawarah.

Sementara itu, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Dr. Rahmawati Husein menjelaskan, secara umum MDMC telah melakukan berbagai program penanggulangan bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, yang melayani total sekitar 1.097 KK dan 4.237 jiwa melalui 8 pos pelayanan di 3 daerah tersebut.

MDMC dipercaya oleh 7 lembaga donor mancanegara untuk mengelola bantuan yang diberikan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyebutkan, total bantuan luar negeri bersama Lazismu Muhammadiyah mencapai sekitar Rp55 Milyar.

“MDMC Alhamdulillah dipercaya oleh 7 lembaga donor, dari Amerika 2 organisasi, dari Swiss 2 organisasi, juga ada dari Korea Selatan, Malaysia dan Australia. Jadi kita membantu masyarakat di Sulteng ini sekitar Rp55 Milyar untuk bidang pengembangan masyarakat untuk kebutuhan hidup, huntara, core house, serta untuk institusi,” jelas Rahmawati.

Program livelihood MDMC pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, kata dia, ditarget berlangsung hingga bulan Juli 2020 mendatang, sehingga masyarakat dapat pulih dan mandiri dengan cepat. (abr/palu ekspres)