Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

KPU Sigi Klaim Anggaran Pilkada 2020 Tidak Cukup

PALU EKSPRES, SIGI-Kekurangan anggaran Pilkada 2020 membuat KPU Sigi meminta tambahan anggaran ke Pemda Kabupaten Sigi.
“Kami kekurangan anggaran sekitar Rp 4,7 miliar, dari anggaran yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemda Sigi sebesar Rp 30 miliar untuk Pilkada Sigi tahun 2020,” kata

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sigi, Hairil, Senin, 25 November 2019.
Kekurangan anggaran ini diakibatkan kata Hairil, adanya kenaikan honor petugas adhoc dari pemerintah pusat. Sementara sebelumnya, yang telah disepakati KPU Sigi bersama Pemda Sigi dalam anggaran hibah Rp30 miliar itu, masih menggunakan standar honor lama para petugas adhoc.
“Pada 7 Oktober 2019 Kementerian Keuangan RI mengeluarkan surat edaran yang pada intinya menyatakan anggaran honor petugas adhoc itu dinaikan. Nah sementara yang telah disepakati dengan Pemda Sigi di anggaran Pilkada itu honor petugas adhoc masih honor yang lama belum dinaikkan,” terang Hairil.

Lebih lanjut kata Hairil, terkait persoalan kekurangan anggaran ini, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Pemda dan DPRD Sigi.
Ia berharap kekurangan anggaran Pilkada tersebut dapat diakomodir oleh pihak Pemda dan DPRD Sigi, demi Pilkada Kabupaten Sigi.
“Sebelum ada kenaikan, honor petugas adhoc adalah Rp 1.850.000 per orang. Sementara setelah ada kenaikan dari Kementerian Keuangan, honor petugas adhoc menjadi Rp 2.200.000,” terangnya.

Adapun Petugas adhoc yang dibutuhkan KPU Sigi yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta sekretariat sebanyak 120 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) beserta sekretariat sebanyak 1.056 orang, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) beserta Hansip sebanyak 4.950 orang dan petugas panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih) sebanyak 550 orang. Sehingga total keseluruhan petugas adhoc yang dibutuhkan KPU Sigi untuk Pilkada tahun 2020 mendatang yaitu sebanyak 6.676 orang.
“Jumlah petugas adhoc yang dibutuhkan dalam Pilkada itu banyak, sehingga anggaranya juga besar, dengan kisaran anggaran Rp16 miliar,” kata Hairil. (mg4/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital