Minggu, 5 April 2026
Palu  

RT 2 Tatura Selatan Butuh Plang Nama Lorong

PALU EKSPRES, PALU– Warga Rukun Tetangga (RT) II Rukun Warga (RW) I Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan meminta Pemkot Palu menyediakan plang nama lorong di wilayah tersebut.

Warga mengaku wilayah RT II RW I merupakan pemukiman padat dengan jumlah lorong yang cukup banyak dengan lebar beragam. Namun sampai saat ini tak ada satupun lorong yang diberi plang nama lorong.

Akibatnya, warga lain yang hendak mencari alamat ke wilayah tersebut kerap kesulitan mencapai tujuan. Lorong-lorong di RT II RW I terdapat disepanjang Jalan Darussalam tembus ke Jalan Tanjung Manimbaya.

Kendala ini diutarakan warga dalam kegiatan Reses Catur Wulan (Cawu) III masa sidang tahun 2019 yang diselenggarakan Anggota DPRD Palu, Ishak Cae, Rabu malam 27 November 2019.

Puluhan warga yang hadir dalam Reses sepakat menyamakan aspirasi untuk kepentingan tersebut.

Selanjutnya warga meminta DPRD memfasilitasi peningkatan Jalan Darussalam Palu termasuk lorong-lorong didalamnya. Menurut warga kondisi lorong-lorong yang setiap hari mereka lalui sangat memprihatinkan. Bergelombang dan berlubang. Beberapa lorong yang awalnya dicor menggunakan semen oleh warga secara swadaya, kini mulai rusak.

“Ini harapan kami sebagian besar warga disini,”ujar seorang warga.

Sementara itu, Ishak Cae dalam arahannya mengaku aspirasi tersebut akan segera direkomendasikan ke Pemkot Palu. Menurut dia hal ini harus menjadi perhatian.

Sebagai perwakilan rakyat, Ishak mengaku akan berusaha mengawal aspirasi tersebut. Diapun menegaskan, setelah terpilih dan duduk kembali di DPRD Palu, hal ini sudah menjadi kewajiban.

Menurutnya, warga tak perlu sungkan menyampaikan aspirasi. Meskipun diantara warga RT II mungkin ada yang tidak memilihnya sewaktu Pemilu yang lalu.

“Tak boleh lagi ada sekat karena pilihan yang berbeda. Sekarang saya mewakili semua warga,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Ishak mengemukakan bahwa dana rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana Palu saat ini telah masuk APBD Palu 2020. Nilainya sebesar Rp820milyar lebih.

Anggaran itu kata dia akan digunakan sebesar kurang lebih Rp351milyar lebih untuk kepentingan pemberian stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana.

Karenanya, Ishak meminta warga yang merasa terdampak langsung dan mengalami kerusakan rumah untuk segera melapor ke Kantor Kelurahan. Agar nantinya dana tersebut bisa terserap dan terealisasi sesuai peruntukan.

“Pemerintah Kota Palu sejauh ini telah berusaha untuk memenuhi seluruh hak masyarakat. Utamanya terkait dampak bencana ini,”tandasnya.

Lurah Tatura Selatan, Firman yang hadir mendampingi juga meminta masyarakat di wilayahnya pro aktif untuk hal ini.

Menurut dia, dalam data yang terhimpun, sebanyak 700 lebih warga Tatura Selatan terdata melapor kerusakan rumah. Namun setelah dilakukan validasi administrasi, hanya 300lebih diantaranya yang dinyatakan valid oleh dinas kependudukan dan catatan sipil.

Oleh karena itu, Firman dalam kesempatan itu kembali meminta warganya untuk melaporkan kerusakan rumah.

“Setelah kami verifikasi, ternyata banyak kekeliruan data administrasi. Ini yang harus kami penuhi dulu sebelun dana itu disalurkan kepada masyarakat terdampak,”demikian Firman.

Kegiatan Reses Ishak Cae diakhiri dengan ucapan selamat ulang tahun dari warga RT II RW I. (mdi/palu ekspres)