PALU EKSPRES, PALU – Fraksi PKS terus berikhtiar untuk membangun lembaga parlemen yang aspiratif, responsif dan akomodatif terhadap kepentingan publik secara luas. Fraksi PKS ingin menegaskan jatidiri parlemen itu melalui kanal fraksi yang dibuka setiap Senin bulan berjalan. Peluncuran hari aspirasi dilakukan di Palu Senin 23 Desember 2019, dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri seluruh personel fraksi PKS di DPRD Sulteng.
Memasuki tahun kerja 2020, Fraksi PKS DPRD Sulteng memulainya dengan membuka kesempatan kepada publik untuk menyampaikan aspirasinya di ruang Fraksi PKS. Menurut Wiwik Jomiatul Rofiqah, aspirasi yang diterima tak sekadar dicatat atau ditampung. Aspirasi akan dipilah tergantung dari seberapa besar urgensinya terhadap kepentingan publik. Aspirasi yang mempunyai dampak luas kepada publik akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan. Jika tingkat dampaknya besar pada masyarakat, fraksinya aku mantan calon wakil wali kota Palu ini akan membuat kelompok diskusi terarah (FGD) untuk mengelaborasi agar lebih fokus.
Kelak kata dia, FGD akan mengundang para pihak yang berkompeten, mulai dari pejabat teknis terkait hingga warga masyarakat.
Masyarakat lanjut Wiwiek bisa menyampaikan aspirasinya pada setiap hari kerja awal pekan (senin) bulan berjalan. Ia sengaja memilih awal pekan, dengan pertimbangan agar mereka mempunyai waktu yang relatif panjang untuk menyortir semua aspirasi yang masuk.
”Nanti disortir mana yang layak ditindaklanjuti dan mana yang tidak. Ukurannya adalah seberapa besar urgensinya kepada publik,” ujar Wiwiek merespons wartawan.
Di tempat yang sama, anggota Fraksi PKS Sri Atun, mengatakan sortir aspirasi yang masuk menjadi penting, untuk memilah mana yang bisa ditangani oleh provinsi berdasarkan kewenangan berjenjang, pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Jika aspirasi yang masuk adalah kewenangan kabupaten/kota, maka akan dikoordinasikan dengan pemerintah/kabupaten atau diteruskan ke anggota fraksi PKS yang bersangkutan.
”Intinya kita ingin memperjuangkan aspirasi warga, sedapat mungkin jangan ada aspirasi yang diabaikan,” ulasnya.
Peluncuran hari aspirasi ini ungkap wakil rakyat asal dapil Banggai/Bangkep ini adalah ingin meletakkan parlemen sebagai lembaga yang tidak sekadar menampung tapi juga lembaga untuk memperjuangkan suara rakyat secara efektif.
”Karena itu adalah jatidiri parlemen,” katanya lagi.
Wiwiek tak memungkiri tak semua aspirasi yang bakal diterima berkaitan dengan persoalan kemaslahatan publik secara luas. Ada juga kepentingan personal. ”Yang begini kita layani saja semampu kita,” jelasnya. Kelak kata dia, hari aspirasi ini tak sekadar menerima dan mencatat aspirasi warga. Jauh di atas itu adalah menjadi instrumen pendidikan politik bagi warga. Karena dari sana akan terjadi dialog yang intens antara anggota dewan dan warganya. Masyarakat akan mendapat penjelasan soal esensi dan posisi para wakilnya di parlemen sebagai institusi yang terus memperjuangkan kepentingan warganya tanpa kecuali. ”Jadi bukan semata-mata untuk melayani kepentingan personal,” tutupnya.
ILHAM DARI SENAYAN
Ketua DPW PKS Muhamad Wayhudin mengatakan, munculnya ide peluncuran hari aspirasi diilhami oleh terobosan fraksi PKS di Senayan. Fraksi PKS pernah mencanangkan hari aspirasi. Dari sana kata dia banyak sekali aspirasi dari berbagai kalangan yang masuk. Selain itu, urusan memperjuangkan amanah juga terilhami dari beberapa riwayat Rasulullah. Ia pun menukil beberapa hadist yang berkaitan dengan amanah. Peluncuran hari aspirasi menurut dia, adalah wujud komitmen partai pimpinan Sohibul Iman untuk tetap bersama rakyat. (kia/palu ekspres)






