Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Stop Ekspor Benih Lobster dan Skenario Budidaya

DR. Hasanuddin Atjo,  M.P,  Kepala Bappeda Sulteng

POLEMIK  pro dan kontra membuka kembali ekspor benih lobster, kini telah menemukan titik terang.

Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Edy Prabowo memberi sinyal untuk tidak membuka kran ekspor benih lobster dan akan kembangkan budidaya.

Sinyal ini lahir setelah mendapat sejumlah masukan baik langsung maupun tidak langsung seperti dari media cetak, elektonik, sampai ke media sosial. Serta melakukan kunjungan lapangan ke NTB di lokasi budidaya masyarakat.

Sinyal ini mendapat dukungan kuat dari sejumlah pemangku kepentingan karena Menteri Edy dengan baik telah menggunakan pendekatan Penta Helix, dalam pengambilan sebuah keputusan penting terkait dengan pengaturan dan pemberdayaan masyarakat.

Penta Helix adalah sebuah pendekatan yang telah digunakan di negara maju dengan melibatkan lima unsur yaitu academic, bussiness, community, goverment dan media atau ABCGM dalam pengambilan sebuah keputusan penting. Sebelumnya kita hanya mengenal Thre Helix atau ABG yaitu akademic, bussiness dan goverment.

Pendekatan inilah yang menjadi pembeda cara pengambilan keputusan dari kepemimpinan kelembagaan KP sebelumnya. Seyogianya proses pengambilan keputusan di tingkat pusat maupun di daerah terkait dengan masyarakat dan tujuan keberlanjutan, sudah harus dilakukan dengan cara-cara seperti ini.

Ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan budidaya lobster di Indonesia. Pertama bagaimana meningkatkan kelangsungan hidup lobster dari fase nauplisoma sampai ke juvenile (lobster muda), mengingat pembenihan artificial belum dikuasai. Kedua bagaimana transformasi budidaya ke masyarakat. Ketiga, bagaimana sistem pengendalian monitoring untuk poin pertama dan kedua.

Sejumlah referensi mengemukakan di alam sebelum menjadi lobster dewasa ada empat fase siklus hidup lobster yaitu Nauplisoma (telur yang baru menetas 3-5 hari), fase berikutnya Fillosoma (5 – 7 bulan), kemudian menjadi Puerulus (7-14 hari) dan selanjutnya menjadi Juvenile (lobster muda).
Puelerus dan Juvenil inilah yang ditangkap nelayan di pesisir untuk diperdagangkan dan dibudidayakan.

Kelangsungan hidup dari fase Nauplisoma ke lobster dewasa kurang dari 1 persen, bahkan ada yang menginfokan kurang dari 0.1 persen.

Fase Nauplisoma dan Fillosoma adalah yang paling kritis karena masih bersifat planktonik atau melayang sehingga sangat mudah dimangsa predator. Terkait dengan hal itu sebaiknya KKP dan dinas daerah bersama UPTnya dengan infrastruktur perbenihan yang dimiliki memprogramkan pembesaran benih fase Fillosoma yang ditangkap di alam sampai ke fase Juvenil, untuk selanjutnya dibudidayakan dan direstocking di kawasan reserfat sebagai calon induk. Nauplisoma yang lolos ke pantai menjadi Puelerus dan Juvenil menjadi hak nelayan untuk menangkap dengan cara berkelanjutan.

Pendekatan cluster dalam transformasi budidaya sangat penting agar kendali input produksi, transformasi inovasi dan teknologi serta sistem pengendalian menjadi lebih terukur dan efisien. Karena itu kelembagaan pembudidaya harus kuat.

Saat ini landasan pembangunan di Indonesia berbasis transformasi digital dan tataruang. Karena itu pengendalian penangkapan benih dan pengembangan budidaya dan pemasaran dari komoditas lobster Indonesia harus berbasis transformasi digital dan tataruang. Harapannya komoditas lobster ini nantinya bisa menjadi komoditas yang pengelolaannya dapat berkelanjutan sesuai harapan. SEMOGA. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization