Senin, 6 April 2026
Daerah  

Pengawas Jalan – Jembatan Jangan Main Mata dengan Pekerja Proyek

PALU EKSPRES, PARIGI– Untuk menambah ilmu dan penguatan di bidang pengawasan konstruksi bagi pengawas di lapangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruan dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong melakukan pelatihan bagi pengawas.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk penguatan di bidang konstruksi bagi pengawas jalan dan jembatan. Kegiatan berlangsung di salah satu Hotel di Parigi, Selasa, 28 Januari 2020.

Bambang Eko selaku ketua panitia pelaksana kegiatan dalam laporannya mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut untuk menambah pengetahuan. Kegiatan ini juga diikuti sekitar 40 orang peserta dan berlangsung selama 8 hari mulai, Selasa 28 Januari hingga 4 Februari 2020.

Sehingga para pengawas benar-benar bekerja secara profesional dan memahami aturan-aturan tentang pengawasan yang telah ditetapkan.

“Perlu kami laporkan pak bupati, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan skil para pengawas jalan dan jembatan, sehingga mereka lebih bekerja secara profesinal dan proporsional,” ujar Bambang.

Pekerjaan pengawas ini kata dia, tidak semudah dengan apa yang dibayangkan, sebab mengawasi tidak hanya diam di tempat dan memerintah di lapangan.

“Tetapi pada dasarnya pengawas jalan dan jembatan harus melihat, dan memastikan betul bahwa pekerjaan Kontraktor di lapangan benar-benar sudah sesuai, sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari,” ujarnya.

Menurutnya, pengawas jalan dan jembatan harus benar-benar memahami aturan, melihat kondisi pekerjaan di lapangan apakah sudah sesuai atau tidak.

Sementara itu Bupati Parigi Moutong diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan dr. Agus Suryono Hadi mengatakan, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari suatu pekerjaan harus dilalui dari pengawasan. Karena tanpa diawasi maka pekerjaan itu tidak mungkin maksimal.

Selain itu tegas Agus, seorang pengawas lapangan jangan main mata dengan pekerja proyek apalagi itu proyek tersebut menelan anggaran miliaran rupiah. Dan apabila itu terjadi, maka sudah dipastikan pekerjaan itu tidak sesuai harapan.

“Saya kira pengawas lapangan yang pertama tama ditanamkan adalah harus mempunyai niat yang tulus untuk membangun daerah. Jika sudah keluar dari rel yang ditentukan, yakin dan percaya kegiatan atau pekerjaan apa saja yang kita kerjakan pasti bermasalah dikemudian hari,”katanya.

Sehingga, di harapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah ilmu bagi para pengawas, agar nantinya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan apa yang dharapkan.

“Untuk itu saya berharap, kegiatan ini dapat menambah ilmu saudara, sehingga bekerja sesuai apa yang kita harapkan bersama,”sebut Agus. (asw/palu ekspres)