PALU EKSPRES, PALU – Salahsatu imbauan untuk mencegah transimisi virus corona (Covid-19) adalah penggunaan masker. Namun sayang, hal ini membuat harga masker melambung tinggi di pasaran. Di Kota Palu sendiri, isu Corona yang telah menjangkiti dua warga Depok, tidak terlalu berdampak pada aktivitas warga. Meski hanya sekedar membeli masker. Pergerakan masyarakat membeli masker di apotik-apotik terlihat tidak begitu menonjol. Kegiatan jual beli di apotik bahkan berjalan seperti hari-hari biasanya. Untuk mendapat masker, warga Palu umumnya memamg membeli di apotik. Namun begitu, harga masker di apotik ternyata sudah sangat melambung tinggi. Harga ini terkonfirmasi di Apotik Farminda 2 Jalan Monginsidi Palu. Satu lembar masker di apotik ini dijual dengan harga Rp5 ribu. Sementara untuk sekotak masker berisi 200 lembar dijual seharga Rp200 ribu.
Penjaga apotik menyebut, harga masker naik sejak heboh Corona di Wuhan Cina. Bukan semenjak terjangkitnya dua warga Depok. “Sudah lama harga begini pak,”kata pelayan kepada Palu Ekspres,Selasa 3 Maret 2020. Menurut pelayan ini jauh sebelum isu Corona di Wuhan, masker selembar hanya dijual seharga Rp2ribu. Namun setelah itu, harganya naik dari tingkat distributor. Sejak saat itu apotik-apotik pun kerap kali kesulitan mendapat stok masker. “Ini faktor permintaan yang besar namun stoknya terbatas,”singkat pelayan berhijab ini. Lain halnya di apotik Farmindah, Jalan Veteran Palu. Apotik ini sama sekali tidak lagi menjual masker untuk sebulan belakangan.
Informasi yang dihimpun Palu Ekspres dari warga sekitar, apotik fiemindah ini terakhir kali menjual masker pada bulan Desember 2019 dengan harga Rp2ribu perlembar. Kepada Palu Ekspres, pelayan apotik firmindah yang sedang berjaga mengaku sudah tidak menjual masker sejak lama. Namun enggan menjawab alasannya ketika dikonfirmasi. “Intinya kami sudah tidak menjual masker lagi pak,” kata pelayan apotik. (mdi/palu ekspres)






