Jumat, 15 Mei 2026
Opini  

Covid-19, Memicu Percepatan Digitalisasi di Negeri Ini

Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

Pandemic Covid-19 membuat semua “warga bumi” dihinggapi rasa was-was, cemas dan panik dengan kadar yang bervariasi. Pasalnya,  dalam tempo kurang lebih dari 100 hari, sejak kasus infeksi positif di kota Wuhan, China, Covid-19 telah menyebar ke 207 Negara dengan korban meninggal per tanggal 5 April 2020, secara global mencapai 57.206 orang dari kasus sebesar 1.056.159 dan secara Nasional mencapai 198 orang dari kasus 2.273.

Dibalik ancaman, Covid-19 dinilai memiliki sejumlah sisi positif yang bermanfaat bagi kemajuan semua bangsa. Salah satunya adalah mendorong akselerasi atau percepatan dimanfaatkannya teknologi digital untuk berbagai aktifitas. Warga di sejumlah Negara maju sejak lama familiar dengan teknologi digital, bahkan telah membantu keberhasilan menekan laju penyebaran dan dampak covid-19. Singapura, Korea Selatan dan Jerman adalah contoh Negara dinilai sukses terkait upaya itu, dengan indikator persentase meninggal dari kasus positif kurang dari satu persen.

Di Singapura misalnya, status orang dalam pantauan, ODP yang masuk ke Singapura melalui laut, darat dan udara, nomor android ODP direkam secara digital, dan kemudian dapat dipantau posisi dan pergerakan bersangkutan melalui sebuah sistem aplikasi.

Keterbukaan informasi di Negara itu juga menjadi salah satu faktor penunjang kesuksesan menekan laju penyebaran dan dampaknya. Warga yang positif terpapar mudah diketahui melalui android terkait identitas sampai kepada alamat bersangkutan yang telah berbasis koordinat.

Dengan demikian warga lainnya lebih mudah untuk melaksanakan social dan physical distancing. Warga akan mengetahui dengan mudah tempat tinggal dari warga lainnya yang terinfeksi positif melalui androidnya.Korea Selatan dan Jerman juga memberlakukan hal yang mirip dengan Singapura.

Italia dan Spanyol serta Amerika Serikat adalah Negara dinilai kurang sukses menangani covid 19, meskipun penguasaan teknologi digital warganya selevel dengan Singapura, Jerman dan Korea Selatan. Persentase yang meninggal di atas 10 ribu orang atau sekitar 10 dari kasus positif, sedangkan rata-rata sekitar 5 persen. Pembeda antara Negara yang dinilai sukses dan kurang sukses itu lebih kepada tingkat kepatuhan dan kedisiplinan warganya.

Stay at Home dan Work From Home, di rumah saja dan bekerja dari rumah, bukan menjadi sulit bagi sejumlah Negara yang lebih awal familiar dengan digitalisasi. Bahkan Singapura akan menutup semua sekolah dan sebahagian besar perkantoran, kecuali terkait dengan pelayanan makanan, kesehatan dan terkait emergency mulai hari Selasa tanggal 7 April 2020 sampai dengan waktu belum ditentukan. Sejumlah guru akan mengajar siswanya melalui sejumlah aplikasi seperti Zoom yang lagi trending.

Indonesia meskipun relatif lambat masuk ke era digitalisasi untuk pengelolaan Pemerintahannya, covid 19 dipandang memicu akselerasi atau percepatan penggunaan teknologi digital. Komunikasi, koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah mau tidak mau harus dilakukan melalui vidio konfrense dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet. Demikian pula komonukasi dan koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten kota. Harapannya ke depan bisa berlanjut sampai komunikasi ke tingkat kelurahan, desa sampai ke Rukun Warga, RW dan Rukun Tetangga, RT. Demikian halnya dengan sistem perencanaan berbasis e-Planning dan sistem pembiayaan berbasis elektronik Budgetting ikut didorong segera dimulakan secara masif.

Anjuran stay at home dan work from home telah dimulakan di seluruh daerah. Konsekuensinya semua pejabat struktur diminta untuk bisa menggunakan aplikasi guna melaksanakan tusinya agar fungsi pelayanan, fasiltasi dan pembangunan tidak berhenti. Kesemua ini menjadi tantangan dan masalah tersendiri.

Dampak perubahan dari cara konvensional ke digitalisasi antara lain akan memangkas sejumlah anggaran perjalanan dinas, biaya rapat koordinasi serta biaya bintek dan pelatihan lainnya yang selama ini dipandang tidak efisien dan efektif. Kondisi ini yang membuat kadangkala belanja pegawai di satu daerah tertentu lebih tinggi dari belanja publik atau masyarakat.

Tuntutan digitalisasi juga sejalan dengan prioitas Presiden Joko Widodo dan wakilnya Mar’uf Amin berupa reformasi birokrasi melalui percepatan pelayanan dengan teknologi digital; Restrukturisasi organisasi serta Pemangkasan eselonisasi ; dan Mewujudkan program satu data Indonesia

Menguasai digitalisasi secara masif, diprediksi Negeri ini nantinya akan merivitalisasi sistemnya dari Pemerintahan yang menganut prinsip kaya struktur, tetapi miskin fungsi menjadi Pemerintahan miskin struktur tetapi kaya fungsi. Korea Selatan contoh Negara yang menerapkan Pemerintahan yang miskin struktur tetapi kaya fungsi. Jumlah Kementrian atau kembaga di Negara tersebut hanya sekitar 16 kementrian.

Karena itu prediksi ini menjadi warning bagi Aparatur Sipil Negara, ASN yang berjumlah 4.286.918 orang (30/6/2019). Saatnya sudah harus lebih fokus mempersiapkan kompetesinya untuk bisa menjadi bagian dari Pemerintahan miskin struktur dan kaya fungsi itu.

Kita semua berdoa dan berharap kiranya covid-19 segera berakhir dan kemudian bisa membangun negeri ini lebih siap dan lebih baik agar mampu menghadapi segala bentuk ancaman yang datangnya tidak dapat diprediksi. Karena itu kedepan negeri ini memerlukan sejumlah pemimpin yang inovatif, adaptif dan update agar selalu dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi warganya. Semoga.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan