PALU EKSPRES, PALU– Jumlah kasus Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDD) dan positif Covid 19 di Palu tidak menunjukkan penambahan angka hingga Selasa malam 14 April 2020.
Ketua Tim Surveillance Pencegahan Penyebaran Covid 19 Kota Palu ,dr Rochmat menjelaskan, hingga Selasa jumlah OTG tetap sebanyak 27 kasus.
Kemudian ODP masih sebanyak 179 kasus, PDP sebanyak 10 kasus dan terkonfirmasi positif tetap dalam angka 7 kasus. Tiga dirawat, 2 meninggal dunia dan 2 lainnya dinyatakan sembuh.
Namun jumlah kasus pada segmen pelaku perjalanan bertambah sebanyak 35 kasus. Hingga Selasa 14 April jumlahnya menjadi 1.088 kasus.
“Penambahan pelaku perjalanan ini laporan dari Puskesmas Pantoloan sebanyak 3 kasus, Puskesmas Birobuli 12 kasus, Puskesmas Bulili 1 kasus, Puskesmas Mamboro 1 kasus, Puskesmas Tipo 10 kasus, Puskesmas Mabelopura 2 Kasus, dan Puskesmas Sangurara 6 kasus,”tandasnya.
Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said, berharap, angka penyebaran Covid-19 atau Corona di kota Palu bisa menurun dengan berbagai kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah kota Palu.
“Pemerintah kota Palu telah mengambil langkah-langkah dan melaksanakan berbagai upaya dengan harapan tingkat penyebaran Covid-19 dapat kita turunkan dan kita atasi secara cepat,” ujar Pasha, sapaan akrabnya.
Pasha mengatakan, Pemkot Palu telah melaksanakan deteksi dini terhadap masyarakat yang akan masuk ke kota Palu melalui pos pemeriksaan yang ada di pintu-pintu masuk kota Palu.
Program pos pemeriksaan kesehatan ini melibatka Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan seluruh unsur terkait. Semuanya telah melaksanakan tugas dengan baik dan optimal dalam rangka mewujudkan pelayanan bagi masyarakat.
“Ada banyak hal yang didapati termasuk kekurangan yang akan kami dilakukan perbaikan kedepan secara santun dan tertib,” lanjutnya.
Wawali mengaku, salah satu kendala yang dihadapi saat melakukan pemeriksaan yakni adanya antrian yang begitu panjang, sehingga perlunya diambil langkah skala priroritas.
“Saya harap diambil langkah skala prioritas, bila mana ada warga lansia, ibu hamil, anak bayi, maupun warga yang sakit, kita utamakan mereka untuk diperiksa. Sehingga kemudian yang ada di luar dari skala prioritas tadi, mohon kesabarannya untuk tetap menunggu antrian sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Wawali mengatakan semua kegiatan yang dilaksanakan di lapangan tentunya sudah melalui pembahasan-pembahasan rapat Pemerintah kota Palu secara utuh baik para petugas di lapangan maupun para anggota TNI dan Polri.
Wawali juga mengharapkan agar masyarakat bisa ikut berkontribusi bersama-sama dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 ini. Hal yang paling besar yang dapat dilakukan adalah masyarakat bisa untuk tetap di rumah saja apabila tidak ada kepentingan-kepentingan yang begitu penting.
“Tentunya kita rindukan laporan penyebaran Covid-19 ini menurun. Olehnya pelaku perjalanan ini juga bisa menurun, karena mayoritas kategori OTG maupun ODP bersumber dari pelaku perjalanan. Sehingga Presiden, Gubernur, dan Wali kota terus menyampaikan agar masyarakat di rumah saja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga Wawali Sigit menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah bekerjasama mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan dalam mengikuti Pos Pemeriksaan kesehatan. Pesan Wali kota, katanya agar masyarakat tidak panik berlebihan namun tetap waspada.
Selain itu, Wawali Sigit juga berterima kasih kepada seluruh elemen maupun relawan khususnya tenaga medis yang telah berupaya secara maksimal dengan berbagai resiko dan keberanian untuk menghadapi Covid-19. (mdi/palu ekspres)






