Minggu, 5 April 2026
Palu  

Pandemi COVID-19, Jumlah Pasien Turun 60 Persen di RS Anutapura Palu

dr Hery. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU– Semenjak ditetapkan sebagai pandemi global, wabah Covid 19 juga ikut memengaruhi jumlah kunjungan pasien untuk berobat ke Rumah Sakit (RS). Terlebih jika RS bersangkutan ditunjuk sebagai rujukan pasien Covid- 19.

Penurunan angka pesakitan ini juga terjadi di Rumah Sakit Anutapura Palu.
Pelaksana tugas (Plt) Direktir Utama RS Anutapura, dr Hery Murwadi mengaku penurunan pesakitan di RS bahkan turun drastis hingga 60 persen.

Ini diungkap Hery dalam diskusi libu todea dengan tema ‘bagaimana persiapan rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Palu? Selasa 5 Mei 2020 secara virtual dengan aplikasi zoom cloud meetings.

“Turun sampai 60persen,”kata Hery.

Keterangan ini dikemukakan dr Hery untuk menjawab kesiapan RS Anutapura dalam menyediakan fasilitas ruangan perawatan bagi pasien Covid 19.

Menurut dia, dengan turunnya jumlah pesakitan itu, pihaknya jadi memiliki tambahan cadangan ruangan untuk mengantisipasi kalau-kalau jumlah ruang perawatan yang telah disediakan saat ini tidak memadai.

“Setelah kami rinci, ada beberapa ruangan yang tidak terpakai. Sudah kita atur untuk persiapan ruang perawatan bagi pasien covid,”katanya.

Terkait wacana PSBB, Hery berpendapat segala sesuatunya memang harus dipersiapkan. Sehingga jika syarat PSBB terpenuhi, misalnya lonjakan pasien serta adanya transimisi lokal, maka pemerintah daerah sudah bisa mengantisipasi dari jauh hari.

“Artinya, mau diterapkan atau tidak PSBB, kita harus ada persiapan,”ujarnya

Hery menilai, sejauh ini perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Palu tidak menunjukkan signifikansi. Setidaknya tergambar dari kurva kasus yang tidak menunjukkan kenaikan dalam 3 Minggu berturut-turut.

“Menunjukkan kurvanya datar,  stagnan selama 3 minggu,”bebernya.

Kurva datar itu jelasnya sangat dipengaruhi upaya tracking kontak yang kini tengah dilakukan Pemkot Palu melalui tim surveylllance. Yang dilapis dengan pola pembatasan akses menuju Kota Palu di 6 posko lapangan. Serta strategi untuk merawat seluruh ODP dan OTG hasil kontak tracking.

“Ini strategi jitu yang diinisiasi Wali Kota Palu,”ujarnya.

Angka pasien Covid 19 dengan kurva datar ini menurut dia turut memberi kesempatan bagi tenaga medisnya untuk rehat. Yang secara tidak langsung juga ikut memberi semangat bagi mereka.

“Setengah perawat kita sedang isolasi di slaahsatu hotel. Ini waktu mereka refreshing meski tidak bisa bertemu keluarga. Makanya masyarakat tetap harus patuh,”harapnya.

Upaya pencegahan dan pengendalian wabah Covid 19 yang dilakukan Pemkot Palu tambah dia cukup mengatasi penyebaran di Kota Palu.

Sehingga kata dia, saat ini Kota Palu belum saatnya menerapkan PSBB. Karena substansi PSBB sendiri adalah memutus mata rantai penyebaran.

“Ada daerah yang sudah tetapkan PSBB tapi angka kasusnya tetap naik. Sehingga ini tidak boleh dikatakan berhasil secara maksimal di Indonesia,”demikian dr Hery. (mdi/palu ekspres).