PALU EKSPRES, PARIGI- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Feri Budiutomo mengatakan, terkait masalah kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong mengenai realisasi anggaran telah memenuhi target.
Hal ini di sampaikan Feri Budiutomo saat rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawan (LKPJ) Bupati Parimo tahun 2019, bertempat di ruang rapat DPRD, Selasa (12/5/2020).
“Kalau untuk realisasi anggaran saya pikir itu sudah mencapai target. Namun tetap saja menemukan persoalan, seperti Rumah Sakit Tinombo dan Moutong dengan predikat tipe C saya pikir untuk fasilitas sudah memadai,” katanya.
Namun, jika dilihat dari jumlah tenaga medis kata Feri jauh dari kata memadai. Olehnya, kebutuhan akan tenaga medis terutama dokter-dokter ahli sangat di perlukan di dua rumah sakit tersebut.
Selain itu kata Feri, masih ada lagi permaslahan kesehatan lainnya, seperti tingginya angka kematian ibu dan anak. Sementara angka kematian ibu dan anak ini merupakan program pemerintah melalui dana jaminan persalinan (Jampersal).
“Jadi, seyogyanya jika anggaran Jampersal ini terserap habis maka tidak mampu mengurangi angka kematian ibu dan anak. Itu di poin satu pada permaslahan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Kemudian di poin 4 lanjut dia, masih kurangnya mobil dinas untuk operasional kantor,” kita melihat bersama kepala dinas kesehatan di rumahnya parkir 4 hingga 5 unit mobil plat merah. Jadi, poin 4 ini saya sinkronkan dengan keadaan yang ada di lapangan saat ini,” katanya.
Hal ini lanjut dia, memang harus mereka sampaikan karena adanya permaslahan dengan kurangnya kendaraan operasional di Puskesmas yang ada di wilayah kabupaten itu.
“Memang pak di Puskesmas Puskesmas ini menjerit soal kendaraan operasional mereka, ada yang sudah tidak layak pakai, tidak ada biaya perawatan dan lainnya,” ucap Feri.
“Namun, kita lihat bersama hari ini kawan-kawan saya kira juga paham bahwa, 4 sampai 5 unit kendaraan plat merah dan itu adalah milik Kabupaten Parimo berada di kediaman kepala dinas kesehatan,” tambahnya.
Sehingga, untuk solusinya nanti di simpulkan oleh pimpinan”, saya hanya mencoba mengidentifikasi permasalahan sehingga, ini bisa menemui jalan keluar sesuai dengan penyerapan-penyerapan anggaran yang dilakukan oleh OPD-OPD terkait,” ujarnya.(asw/palu ekspres)
RAPAT BANGGAR – Sejumlah anggota DPRD Parimo yang tergabung dalam rapat banggar saat melakukan rapat pembahasan LKPJ Bupati 2019. Foto : ASWADIN/PE






