Oleh Hasanuddin Atjo
Menjadi satu kebanggaan tersendiri ketika Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah pada tahun 2020 ditetapkan menjadi salah satu lokus percontohan cluster industri budidaya udang nasional bersama empat provinsi lainnya di Indonesia . Dan cluster ini akan melibatkan sejumlah kementerian terkait di bawah koordinasi oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.
Perjuangan panjang Bupati Buol Amiruddin Rauf bersama jajarannya, dan saya saat itu sebagai Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng, telah membuahkan hasil dengan penetapan sebagai cluster percontohan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Dan tentunya kepercayaan ini harus kita jaga secara baik dan lebih penting lagi bahwa program ini harus disukseskan untuk membangun image dalam pengembangan sektor lain pada lain kesempatan.
Dan secara kebetulan di tahun 2020, saya ditunjuk menjadi salah satu tenaga ahli pada Kemenko Maritim dan Investasi RI. Cluster percontohan industri udang nasional ini telah dibahas dan didiskusikan beberapa kali melalui webinar yang diselenggarakan oleh Komenko Maritim dan Investasi. Insya Allah Kabupaten Buol akan tebar perdana direncanakan akhir tahun 2020.
Secara Nasional pada tahun 2024, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan peningkatan produksi udang sebesar 250 persen dari sekitar 500 ribu ton di 2019 menjadi 1.250 ton di 2024. Bila melihat panjang garis pantai nomor dua , luas wilayah perairan dan jumlah pulau terbesar di dunia, maka target itu tidak ambisius, bahkan bisa lebih dari itu. Kebutuhan udang dunia saat ini sekitar 6 juta ton dan kemampuan suply baru sekitar 4 juta ton, sehingga masih ada selisih sekitar 2 juta ton.
Sulawesi Tengah dengan potensi areal tambak udang dan ikan sekitar 40.000 ha tentunya diharapkan menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar. Daerah ini dinilai memiliki keunggulan kompetetif karena areal tambaknya berada di empat kawasan perairan nasional yaitu Teluk Tomini, Teluk Tolo, Selat Makassar serta Laut Sulawesi. Dan Kabupaten Buol berada di kawasan perairan Laut Sulawesi.
Saat ini total devisa dari sektor Kelautan dan Perikanan sekitar US$ 4 milyar, hampir separuhnya berasal dari ekspor udang atau sekitar US$ 2 milyar. Peningkatan 250 persen produksi udang di tahun 2024 diharapkan mampu meningkatkan devisa dari ekspor udang menjadi US$ 5 milyar.
Sejumlah Efek domino yang bisa diharapkan dari cluster percontohan itu antara lain transformasi inovasi dan teknologi; pertumbuhan ekonom ; makin terbukanya lapangan kerja yang semua bermuara kepada upaya mengurangi kemuskinan dan ketimpangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dan tidak kalah pentingnya dampak dari percontohan ini sejumlah investor daerah yang umumnya bergerak di jasa konstruksi ikut tertarik dan mau berinvestasi pada sektor perikanan yang potensi maupun pasarnya masih terbuka luas.
Upaya yang dikakukan oleh Pemda Kabupaten Buol patut diberi apresiasi. Saya tahu persis bahwa tidak mudah ditetapkan sebagai satu cluster percontohan nasional. Ada jaminan dan keseriusan dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi. Ini tentunya sudah dilakukan melalui proses yang cukup panjang.
Kita tentunya berharap kiranya kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah berupaya mengembangkan daerahnya agar bisa menjadi salah satu percontohan nasional di sektor lainnya. Masih terbuka kesempatan pada sektor pangan lainnya dan sektor pariwisata.
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dinilai potensial untuk dikembangkan di beberapa kabupaten di provinsi ini. Hanya saja Sulawesi Tengah masih menjadi tujuan sekunder bahkan tersier dari destinasi wisata. Karena itu diperlukan satu skenario bagaimana daerah ini diubah menjadi tujuan primer destinasi nasional.
Peran Pemerintah Daerah, khususnya kabupaten dan kota menjadi penting. Upaya yang tidak kenal lelah dari Pemda Kabupaten Buol bersama Provinsi saat itu bisa dijadikan contoh, bahwa semua bisa terjadi kalau ada komitmen dan keseriusan.
Kiranya ini semua, dapat menjadi motivasi serta referensi bagi kita, untuk bisa lebih baik dan lebih maju membangun daerah demi sebuah kesejahteraan. SEMOGA






