PALU EKSPRES, PALU-Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) menginisiasi kerjasama perdagangan antar daerah berupa jual beli ternak sapi. Antara sebuah kelompok tani karya bersama di Desa Saudi Torono Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan pengusaha di Kota Samarinda Kalimantan Timur.
Kelompok tani ini merupakan kelompok binaan BI Sulteng yang bergerak dalam bidang peternakan sapi. Ternak sapi dari kelompok ini nantinya akan menjadi pemasok ternak bagi seorang pengusaha di Kota Samarinda bernama Hi Sangkala.
Kerjasama ini diikat dalam sebuah nota kesepahaman antara kelompok tani dan pengusaha tersebut. Pemandangannya digelar Kamis 16 Juki 2020 secara virtual.
Penandatanganan nota kesepahaman perdagangan antar daerah dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai dan Wali Kota Samarinda Syaharie Ja’ang. Para kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan kepala Dinas Peternakan masing-masing daerah dan turut Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Timur, Tutuk Cahyono.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Abdul Majid Ikram mengatakan, kerjasama perdagangan antar daerah sebagai upaya strategis dalam pengendalian inflasi daerah, perluasan akses pasar dan penguatan ketahanan pangan strategis,
Kelompok tani ini memiliki potensi yang sangat besar dilihat dari kualitas ternak yang dihasilkan dan manajemen lembaga dari kelompok tani tersebut.
Kerjasama menurutnya dilakukan secara Bussiness to Bussiness (B2B) dengan kelompok tani Karya Bersama yang berperan sebagai pemasok sapi potong kepada Haji Sangkala salah satu pengusaha ternak di Kota Samarinda.
Kerjasama ini jelasnya menjadi satu upaya BI Sulteng dalam pengendalian inflasi serta mengembangkan pengembangan potensi di daerah agar bisa dimanfaatkan oleh daerah lain dan terus secara berkesinambungan.
“Ini juga mendorong perluasan akses pasar kelompok tani Karya Bersama melalui kerjasama perdagangan dengan buyer yang ada di Kota Samarinda sebagai jalur lalu lintas perdagangan,”jelasnyam
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Tutuk Cahyono, mengapresiasi kerjasama perdangangan antar daerah ini. Ia berharap kerjasama ini dapat berkembang ke komoditas potensial lainnya dan ke tingkatan yang lebih tinggi (Government to Government).
Sementara Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai, mengungkapkan, Parimo memiliki potensi daerah yang sangat besar baik pada sektor pertanian, peternakan maupun perikanan.
Badrun juga mengapresiasi inisiatif BI Sukteng tersebut. Karena telah membina kelompok tani di wilayahnya.
Selain itu BI juga telah memberi bantuan dan pendampingan pengembangan pada kelompok tani Dewi Kunti dan Mertasari Barat dengan komoditas Padi Hazton di Kecamatan Balinggi dan kelompok tani Sejahtera dan Karya Bersama komoditas Kakao di Kecamatan Kasimbar.
Selanjutnya Walikota Samarinda, Syahari Ja’ang menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Samarinda membutuhkan dukungan penguatan ketahanan pangan strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terlebih kata dia Kaltim direncanakan akan menjadi lokasi calon ibukota Negara baru yang kemungkinan akan menambah jumlah penduduk dan akan mempengaruhi meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan masyarakat.
“Melalui kerjasama antar daerahini, manfaat akan dirasakan oleh kedua belah pihak, baik daerah yang menerima tujuan barang dan maupun daerah yang mengekspor pemasok barang,”katanya.
Dia mengatakan, dengan adanya jaminan ketersediaan barang dari daerah pemasok tertentu, maka kestabilan harga di daerah tingkat konsumen akan relatifve terjaga.
Demikian pula bagi daerah pemasok, dengan adanya jaminan ketersediaan pasar pada daerah tertentukepastian permintaan, maka diharapkan kesejahteraan petani dapat terus meningkat dan kestabilan harga yang wajar pada tingkat petani juga dapat dijaga. (**/mdi/palu ekspres)






