Senin, 6 April 2026

Tampil dengan Baju Kotak-Kotak Putih Hitam saat Deklarasi, Ini Alasan Rusli Maju di Pilgub Sulteng

Pasangan Rusli- Aldi Taher menggelar deklarasi Sahabat Rusli-Aldi Taher, Jumat malam (17/7/2020) di salah satu Cafe di Kota Palu. Foto: Abidin/PE

PALU EKSPRES, PALU– Sempat jadi perbincangan dan menuai beragam komentar di kalangan publik Kota Palu dan sekitarnya ketika menyeruak rencana Rusli Dg. Palabbi  yang menggandeng Aldi Taher akan menggelar deklarasi pencalonannya maju sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Sulteng 2020. Banyak di antara warga menilai bahwa rencana Rusli Dg. Palabbi itu hanya sebatas meramaikan proses pencalonan. Namun, akhirnya Rusli membuktikan keseriusannya  dengan menggelar deklarasi pencalonannya tadi malam, Jumat (18/7/2020).

Digelar sangat sederhana, deklarasi Sahabat Rusli-Aldi Taher digelar di salah satu Café di Kota Palu dan dihadiri puluhan simpatisan, ditambah wartawan dari media cetak, elektronik dan online di Kota Palu. Bahkan, beberapa wartawan dari ibukota ikut hadir.

Rusli Dg. Palabbi dan Aldi Taher malam itu hadir memakai corak busana kompak, bersama beberapa tim inti pemenanangannya, yakni baju kotak-kotak putih hitam mirip papan catur. Salah satu anggota tim pemenangannya menyebut, motif kotak-kotak hitam  putih seperti papan catur itu sudah didesain lebih dahulu. Idenya bukan timbul secara spontan.  Filosofi paduan warna hitam putih itu menurut Sahabat Rusli-Aldi Taher memiliki arti, bahwa politik itu abu-abu dan sangat dinamis. Dinamikanya bisa berubah setiap detik.

Berangkat dari filosifi inilah, pasangan Rusli Dg. Palabbi-Aldi Taher membangun sikap optimismistis bahwa dalam berpolitik segala sesuatu bisa berubah, termasuk partai pengusung. Segala kemungkinan bisa saja terjadi sebelum ditetapkan oleh KPU sebagai pasangan calon.

Hal itu kembali ditegaskan oleh Rusli Dg. Palabbi ketika menyampaikan orasi politiknya. Rusli yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Sulteng sebagai pengganti antar waktu Almarhum Sudarto mengakui kalau sebelumnya ia tidak pernah berkeinginan maju sebagai bakal calon Gubernur Sulteng. “Jabatan Wagub pun yang disandangnya saat ini, sama sekali tidak pernah saya bayangkan,” kata Rusli.

Dua periode duduk sebagai anggota DPRD Sulteng  menurut politisi PAN ini, dianggapnya sebagai puncak karir politiknya. Sehingga, target awal ketika suksesi kepemimpinan di Sulteng dihelat, Rusli mematok posisi 02. Dan berharap ada figur bakal Calon Gubernur Sulteng yang meminangnya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata peluang maju menjadi 01 Sulteng terbuka lebar melalui komunikasi yang dibangun oleh beberapa petinggi parpol setelah ada kesepakatan akan berpasangan dengan Aldi Taher. “Awalnya saya juga tidak menyangka saat digelar pertemuan di Jakarta, tiba tiba dipertemukan dengan Aldi Taher dan diperkenalkan sebagai bakal calon wakil gubernur,” ujarnya.  

 Sejak saat itu dukungan beberapa petinggi parpol di DPP mengalir. Parpol-parpol tersebut  yang hingga saat ini belum menetapkan kandidatnya melalui surat keputusan. Kalaupun ada, itu masih sebatas rekomendasi. “Perlu diketahui, rekomendasi itu sifatnya surat tugas. Jadi masih ada proses untuk mendapatkan surat keputusan,” katanya.

Rusli mengungkapkan, salah satu petinggi parpol yang memberi dukungan adalah Ketua Dewan Syura DPP PPP. Bahkan, yang bersangkutan sudah menandatangani rekomendasi untuk jadi pertimbangan bagi DPP. “Dewan Syura itu memiliki kekuatan politik di internal PPP, sama seperti kedudukannya di PKS,” ujar Rusli.

Begitu juga di Partai Golkar. Menurut Rusli, ia telah berkomunikasi dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulteng Arus Abdul Karim, bahwa ada tiga nama yang sudah dikirim ke DPP dan saat ini masih digodok  untuk memutuskan satu kandidat yang diusung Partai Golkar di Pilgub Sulteng 2020.

Demikian pula dengan PDIP. Fakta politik terkini, PDIP pun belum mengeluarkan keputusan siapa pasangan calon yang mereka usung di Pilgub Sulteng. Padahal diketahui bersama katanya, tadi siang partai besutan Megawati Soekarnoputri itu telah mengumumkan 4 pasangan calon yang diusung di empat Pilkada di Sulteng. “Jadi persaingan merebut dukungan parpol masih sangat terbuka lebar bagi setiap calon yang telah mendaftar,” ujarnya.

Perlu diketahui kata Rusli, saat mendaftar sebagai bakal calon, ia mengajukan langsung ke DPP PDIP.

Adapun mengenai PAN, menurut Rusli, dirinya sebagai kader partai sangat menghormati keputusan DPP. Ia tetap menjalin komunikasi dan meminta arahan dari DPP, terutama kepada Ketua Umum Zulkifli Hasan. Dan, ada hal yang membuatnya bertambah optimistis adalah sikap DPP yang memberi peluang kepada dirinya maju melalui partai lain. Bahkan, Ketua Umum menurut Rusli, memberi sinyal PAN akan mengevaluasi jika bakal pasangan calon yang direkomendasikan tidak mampu memenuhi persyaratan dukungan minimal jumlah kursi.

“Dinamika politik inilah yang membuat saya memberanikan diri maju mencalonkan diri bersama Aldi Taher di Pilgub Sulteng,” kata Rusli.   (fit/palu ekspres)