PALU EKSPRES, PARIMO– Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong tengah berupaya mengusulkan anggaran untuk pembangunan jembatan di Desa Lambunu cabang 3 Kecamatan Bolano Lambunu.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, I Wayan Mudana di Parigi, Kamis (6/8/2020).
Menurut I Wayan, mengenai status jembatan tersebut, pihaknya belum mengetahui apakah itu aset Pemerintah Provinsi atau Balai Sungai.
“Jembatan itu saya juga belum tahu statusnya apakah aset provinsi atau balai sungai karena sudah lama dibangun,” ujarnya.
Menurut dia, setiap kali pihaknya mengikuti musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bolano Lambunu, masyarakat setempat selalu mengusulkan pembangunan jembatan tersebut.
“Setiap saya menghadiri musrenbang di wilayah Lambunu masyarakat selalu mengusulkan terkait pembangunan jembatan itu,” sebut I Wayan.
Untuk pembangunan jembatan tersebut kata dia, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 9 miliar, dengan luas bentangan sekitar 60 meter.
“Hasil observasi kami pasca banjir kemarin dan menurut laporan yang masuk ke Pak Bupati bahwa pir jembatan itu mengalami keretakan,” ungkapnya.
Sehingga, jika dilakukan pembangunan nantinya jembatan lama itu harus dilakukan pembongkaran total.
“Pembangunan jembatan Lambunu cabang 3 itu tidak bisa menggunakan pondasi sumuran karena kedalaman tanah kerasnya itu di bawah kedalaman kurang lebih 7 meter,” ujarnya.
Sehingga, pembangunan nantinya lanjut dia harus menggunakan tiang pancang. “Kalau pembangunannya hanya menggunakan pondasi sumuran dengan dana Rp 6-7 miliar lebih saja itu sudah cukup,” katanya.
Ia menambahkan, anggaran Rp 9 miliar tersebut menurutnya baru hitungan saat ini. Karena tidak menutup kemungkinan kedepannya harga bahan-bahan mengalami kenaikan.
“Dan itu estimasi kami saat ini, tetapi kita tidak tahu perkembangan ekonomi kedepannya apakah ada kenaikan harga atau bagamana sehingga bisa saja dari angka Rp 9 miliar itu bisa bertambah,” ujarnya. (asw/palu ekspres)
Jembatan Lambunu Parimo Harus Dibongkar, Pembangunannya Ditaksir Butuh Rp 9 Miliar






