Sabtu, 4 April 2026
Palu  

Bhayangkara Asal Sulteng Ini Tinggalkan Istrinya saat Hamil Tua untuk Misi Perdamian PBB

Bripka Henry Krizmantho Polaka bersama istri dan anak-anaknya. Foto: Humas Polda Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Bripka Henry Krizmantho Polaka , satu dari enam Bhayangkara Polda Sulteng yang mendapatkan panggilan tugas misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Anggota Satbrimob Polda Sulteng yang bertugas di Batalyon B Kompi Luwuk, Sulawesi Tengah ini  tergabung dalam kontingen Satuan Tugas Garuda Bhayangkara (Garbha) II Formed Police Unit (FPU) 12 pada misi pemeliharaan perdamaian PBB UNAMID (United Nation African Union Hybrid Mission in Darfur)  di Darfur, Sudan.

Gejolak jiwa berkecamuk dalam benaknya. Entah harus senang atau sedih pada kondisi ini. Pria kelahiran Luwuk, 16 Juli 1986 ini menjadi orang pertama dari Korps Brimob asal Luwuk yang terpilih mengemban tugas mulia dalam misi perdamaian di Darfur, Sudan.

Tapi di sisi lain, polisi berpangkat brigadir kepala (Bripka) itu, juga harus meninggalkan dua anak dan istri yang tengah menanti masa kelahiran anak ketiga mereka, bulan ini.

Suami dari Mayangsari I Bakari itu, diberangkatkan ke Sudan bersama personel polisi lainnya. Ayah dari Balqis Aurelia Polaka (7) dan Attar Arrayan Polaka (2) ini masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan pasukan perdamaian PBB ke Sudan dalam misi UNAMID, Jumat (4/9) pukul 22.00 WIB.

Meski mendapatkan kepercayaan mengharumkan nama Indonesia di negara lain, Bripka Henry sejatinya harap-harap cemas akan keberangkatannya. Sebab, ayah dua anak ini tengah menanti kelahiran anak ke tiganya yang tinggal menghitung hari.

“Doakan yang terbaik kawan. Istri saya dijadwalkan operasi cesar hari Selasa (8/9) depan. Tapi, sebagai abdi negara, saya harus berangkat untuk menjalankan tugas,” kata Henry melalui Whatsaap, setelah  naik ke pesawat khusus United Nations. (**/fit/palu ekspres)