PALU EKSPRES, PARIMO– Sebanyak 31 pejabat pimpinan tinggi pratama dilikungan Pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengikuti uji kompetensi.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai berlangsung di gedung SMP Negeri 2 Parigi, Kamis (8/10/2020).
Aktorismo Kay selaku panitia pelaksana sekaligus kepala Bidang Pengadaan, Evaluasi dan Kinerja Aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi Moutong mengatakan, uji kompetensi ini diikuti 31 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dilingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
“Peserta akan diuji oleh panitia seleksi dari akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu,” jelasnya.
Menurutnya, hasil dari uji kompetensi yang diselenggarakan BKPSDM ini nantinya akan dilaporkan kepada Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu selaku pejabat pembina kepegawaian di Parimo, sebagai dasar untuk melakukan rotasi atau mutasi pengisian jabatan yang akan ditempatkan sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku.
“Sebagai awal, semua peserta dilakukan tes suhu badan dan tes darah terlebih dahulu serta menjalankan tata tertib yaitu, mematuhi standar protokol kesehatan (Prokes) dengan memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Badrun Nggai dalam sambutannya, pada saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Parimo menyambut baik pelaksanaan uji kompetensi ini serta mengapresiasi setinggi-tingginya kepada BKPSDM selaku panitia penyelenggara.
Tujuan dilakukannya uji kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama dilingkungan pemerintah daerah parigi moutong kata Badrun adalah, untuk melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
“Yang kita lakukan ini merupakan suatu bagian dari bahan evaluasi dari pelaksanaan kinerja yang telah disepakati,” ujarnya.
Sehingga, diharapkan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama yang mengikuti uji kompetensi harus bisa memahami serta menguasai empat point. Pertama, kompetensi teknis yang merupakan kompetensi mengenai bidang yang menjadi tugas pokok organisasi.
Kedua, kompetensi manejerial yaitu berhubungan dengan kemampuan mengatur atau memanejerial yang dibutuhkan dalam menangani tugas.
Selanjunya yang ketiga, kompetensi sosial, merupakan penilaian suatu kemampuan untuk melakukan komunikasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Dan, yang terakhir kompetensi intelektual yakni, kemampuan untuk berpikir secara strategis dengan visi yang jauh. (asw/palu ekspres)
BERI SAMBUTAN : Wabup Parimo, Badrun Nggai saat membuka kegiatan uji kompetensi yang diikuti puluhan pejabat eselon II dilingkup Pemkab Parimo. Foto : Istimewa.






