PALU EKSPRES, TOLITOLI -Untuk mengantisipasi pemilih Golput (Golongan Putih) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, KPU Kabupaten Tolitoli terus menggenjot sosialisasi.
“Supaya pemilih Golput di Tolitoli minim, maka kami di KPU terus melaksanakan sosialisasi meningkatkan partisipasi pemilih,” tegas komisioner KPU, divisi sosialisasi Parmas dan SDM, Muhadir SH, Kamis (22/10).
Sosialisasi terkait parsipasi pemilih dalam Pilkada serentak kini terus dilakukan di 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli, mulai Kecamatan Dampal Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Donggala hingga Kecamatan Tolitoli Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Buol.
“Kalau di kecamatan, yang melakukan sosialisasi itu ada PPK dan PPS,” katanya.
Contoh yang paling konkrit telah dilakukan dalam meningkatkan partisiasi pemilih di Tolitoli, pihak KPU belum lama ini mempasilitasi warga yang belum tercover dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) karena tidak memiliki KTP elektronik. KPU akhirnya bekerja tambahan dengan melakukan upaya koordinasi dengan pihak Disdukcapil agar warga yang tidak memiliki KTP tersebut dapat difasilitasi dan alhasil dari 148.014 DPS setelah tahapan DPSHP berubah menjadi 150.009 pemilih detetapkan dalam DPT.
Menurut Muhadir, pesta demokrasi ini akan berhasil tergantung dari paritisipasi masyarakat. Meski Pilkada digelar di masa pandemi, namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena segalanya sudah diantisipasi dan sudah diatur dari pengamanan penyebaran virus covid 19.
“Jadi masyarakat tak perlu cemas karena PPK dan PPS sudah mendesain tempat pemungutan suara sedemikian rupa untuk protokoler kesehatan,” tandasnya.
Ia menargetkan angka Partisipasi Masyarakat (Parmas) di Pilkada Tolitoli sebesar 80 persen. Hal itu diproyeksikan juga oleh para PPK di semua Kecamatan, PPS dan KPPS di 109 desa/kelurahan. (mg5/palu ekspres)






