Senin, 6 April 2026
Opini  

Sulteng Meski Tumbuh Positif di TW III, Tetap Menjadi PR Gubernur Terpilih

Bangun Budaya Bahwa Anak adalah Investasi
Bangun Budaya Bahwa Anak adalah Investasi. Dr. Hasanuddin Atjo, MP. Foto: istimewa

Oleh Hasanuddin Atjo

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap kondisi perekonomian global. Dan akhirnya Indonesia terjebak ke dalam jurang resesi ekonomi yang cukup dalam, setelah dua triwulan berturut-turut tumbuh negatif. Di triwulan (TW) I tahun 2020, ekonomi nasional hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, TW II lebih parah karena berkonstraksi atau tumbuh minus 5,32 persen, dan TW III tumbuh membaik minus 3,49 persen.
Semua berharap di TW IV, ekonomi nasional bisa keluar dari perangkap resesi. Dan harapan itu berpulang kepada upaya di masing masing daerah agar bisa tumbuh positif. Koordinasi dan sinergitas antara pusat dan daerah serta peran masing-masing pemimpin baik di pusat maupun di daerah menjadi faktor kunci.
Dari 34 Provinsi di Indonesia, hanya tiga provinsi di TW III tumbuh positif yaitu, Maluku Utara tertinggi 6,66 persen, Sulawesi Tengah 2,82 persen dan Kalimantan Utara 1,46 persen. Maluku Utara didorong oleh industri pengolahan terutama nikel, sementara Sulawesi Tengah juga oleh Industri pengolahan gas dan nikel. Sedangkan Kalimantan Utara oleh oleh listrik dan industri gas.
Sulawesi Tengah di TW I 2020 tumbuh 4,91 persen, TW II terperosok tetapi tidak separah nasional yaitu minus 0,06 persen, dan di TW III kembali bangkit menjadi 2,82 persen, melambat dibanding TW III tahun 2019 (y-on y) sebesar 6,15 persen.
Pertumbuhan ekononi Sulteng di triwulan tiga dari sisi produksi 27,79 persen dipicu industri pengolahan (gas, nikel) dan dari pengeluaran dipicu oleh ekspor sebesar 37,18 persen yang didominasi oleh gas dan nikel.
Kinerja Gubernur Longki Djanggola dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulteng menjadi tiga besar nasional patut diapresiasi. Namun prestasi ini harus lebih diperbaiki dari sisi pemerataan pertumbuhan utamanya mendorong sektor yang merupakan basis di Sulteng yaitu sektor Pertanian,Perikanan dan Kehutanan serta sektor Pariwisata.
Meskipun tercatat sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun dinilai belum berkualitas atau inklusive. Tercatat di tahun 2019 angka kemiskinan di Sulteng sekitar 13 persen di atas nasional. Demikian pula dengan NTP gabungan sekitar 98 persen di bawah nasional sekitar 102 persen. Masih banyak lagi indikator makro ekonomi Sulawesi Tengah lainnya yang perlu dibenahi, agar Sulteng di lima tahun mendatang bisa tumbuh kebih berkualitas. Ini tentunya akan jadi PR besar Gubernur terpilih di Pilgub tanggal 9 Desember 2020.
Debat dalam rangka Pilgub Sulteng akan dilangsungkan tiga tahap. Tahap pertama 31 Oktober 2020 dengan tema; Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah serta kebijakan penanganan Covid.
Debat kedua dijadwalkan tanggal 14 November 2020, dengan tema Meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat, dan debat terakhir 3 Desember tahun 2020, tema Menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan kota serta provinsi dengan nasional, memperkokoh negara Kesatuan RI.
Debat pertama telah diselesaikan, dan menurut sejumlah kalangan bahwa inti dari “memajukan dan menyelesaikan persoalan daerah” handicapnya ada di kemampuan belanja daerah atau kapasitas fiskal daerah. Indeks fiskal Sulteng di tahun 2019 berada di peringkat 25 dari 34 Provinsi.
Menurut salah satu Paslon dalam debat itu bahwa bagaimana kita bisa memajukan, menyelesaikan persoalan daerah kalau kapasitas fiskal rendah. Pendapatan asli daerah kita tahun 2019 hanya 1 triliun rupiah sedangkan belanja pegawai hampir 1,5 triliun rupiah. Ini tentunya membutuhkan solusi dan eksekusi.
Kemudian ditambahkan bahwa Pemda dapat memberdayakan perusahaan daerah agar dikelola secara profesional, berkelanjutan dan memanfaatkan potensi SDA di bidang tambang, pangan serta
pariwisata agar bisa berkontribusi dalam meningkatkan PAD. Bila PAD tinggi, maka kita bisa membantu kabupaten dan kota untuk sebuah percepatan pembangunan.
Demikian beberapa caratan terkait dengan pertumbuhan ekonomi akibat Covid-19, dan Pekerjaan Rumah Gubernur terpilih yang akan berkontestasi tanggal 9 Desember tahun 2020. Semoga mendapatkan Gubernur dan Wakil Gunernur yang sesuai harapan. ***