Senin, 6 April 2026
Daerah  

Masyarakat Lembobelala, Morut, Menolak Replanting Karet ke Sawit

Johonson Tagoe. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, MORUT-Masyarakat Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), menolak rencana PT. Perkebunan Nusantara (PTPN XIV) Unit Usaha Kebun Beteleme melakukan replanting karet ke sawit. Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Desa (Kades) Lembobelala, Jhonson Tagoe.

“Masyarakat saya sudah sepakat untuk menolak replanting karet ke sawit di wilayah Lembobelala. Kalau di luar itu silahkan saja, tapi jangan di wilayah kepolisian desa Lembobelala,” kata Jhonson melalui keterangan tertulis yang diterima Palu Ekspres, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, selama 30 tahun PTPN XIV mengelola kebun karet di Lembobelala tidak pernah ada efek kesejahteraan yang diberikan kepada masyarakat. Kata Jhonson, PTPN XIV justru membuat masyarakat sengsara.

“Kenapa saya katakan sengsara? Karena selama ini tanah-tanah masyarakat diklaim secara sepihak oleh perusahaan. Sementara, anak-anak kampung di sini tidak pernah direktrut jadi tenaga kerja. Apakah itu tidak menyengsarakan?” sesalnya.

Sehingga kata Jhonson, pihaknya akan terus menolak konversi tanaman karet ke sawit jika perusahaan PTPN XIV tetap ngotot melakukan replanting.

“Kami minta agar perusahaan tidak melanjutkan rencana replanting. Jika rencana itu tetap dilanjutkan, maka kami minta tanah-tanah kami dikeluargakan dari HGU, biarkan kami yang kelola sendiri,” tuturnya.

Jhonson juga berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah tidak lagi memperpanjang izin HGU PTPN XIV di Lembobelala yang akan berakhir pada tahun 2023.

“Kami minta Gubernur memberikan kebijakan yang terbaik untuk masyarakat. Kebijakan yang kami inginkan adalah tanah-tanah masyarakat dikembalikan, biarkan kami yang kelola sendiri,” pintahnya.

Selain itu, ia juga berharap agar PTPN XIV memberikan tanggungjawab sosial berupa Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Desa Lembobelala.

“Kurang lebih 30 tahun beroperasi, PTPN XIV tidak pernah memberikan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat. Padahal, ada aturan yang mewajibkan setiap perusahaan untuk memberikan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat sekitar. Tapi, perusahaan ini tidak, mereka sama sekali tidak peduli dengan masyarakat,” kata Jhonson.

Dia juga berharap agar PTPN XIV dan perusahaan sawit se Lembo Raya agar memperhatikan jalan masuk dari Beteleme ke Kecamatan Lembo Raya. Selama ini, kata Jhonson, jalan itu rusak parah, tapi perusahaan tak pernah mau memperbaikinya. Padahal kata Jhonson, saban hari perusahaan menggunakan jalan tersebut untuk memuat hasil karet dan sawit, tapi tak pernah diperhatikan.

“Kita semua berharap agar perusahaan-perusahaan itu memperhatikan kondisi jalan. Kan mereka juga yang lalui selama ini, jadi mereka punya tanggungjawab dong. Masa pemerintah yang mau subsidi perusahaan itu kan terbalik,” tutupnya. ***