PALU EKSPRES, PARIMO– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Adrudin Nur mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan berangkat ke Sulawesi Barat untuk menyalurkan bantuan.
Menurut Adrudin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong telah menutup posko bantuan sejak Jumat, 22 Januari 2021. Olehnya, Disdikbud rencananya akan menyalurkan langsung bantuan tersebut kepada korban gempabumi di Sulbar.
“Saat ini Pemkab telah menutup posko bantuan sejak Jumat kemarin. Makanya, kami berencana akan menyalurkan langsung bantuan tersebut,” ujar Adrudin Nur di Parigi, Minggu (24/1/2021).
Ia mengatakan, saat ini bantuan dari satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, masih terus mengalir, baik dari sekolah, guru, pangawas maupun pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan.
Beberapa waktu lalu kata dia, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bantuan berupa beras sebanyak 1.225 kilogram dan ratusan juta rupiah serta bantuan lainnya yang diserahkan kepada Pemkab Parigi Moutong.
“Setelah posko Pemkab ditutup pada Jumat kemarin, kami masih menerima bantuan dari para guru dan sekolah lainnya, jadi kami tetap menerima dan akan menyalurkan bantuan kepada korban gempabumi di Sulbar,” jelasnya.
Menurutnya, proses keberangkatan nantinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kwarcab Pramuka Parimo dan Tagana, yang sebelumnya sudah berada di lokasi bencana gempa di Sulbar.
Menurut beberapa informasi tambahnya, sejumlah bantuan yang didistribusikan ke lokasi bencana gempa di Sulbar menemui kendala terutama keamanan.
“Makanya, kita perlu ada pematangan baik dari sisi keamanan dan lainnya. Olehnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, sehingga bantuan yang kita bawa ini bisa tepat sasaran,” ujarnya. (asw/palu ekspres)






