PALU EKSPRES, PALU – Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 Pertamina wilayah Sulawesi Tengah dan Barat (Sultengbar), Ardian Dominggo Wiriosukarno mengaku tidak mengetahui data masyarakat miskin yang menjadi sasaran subsidi tabung gas elpiji 3kg di Kota Palu.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar bersama Asisten II Pemkot Palu Denny Taufan, Rabu (24/3/2021).
“Kalau untuk data jumlah berapa yang berhak menggunakan tabung 3 kg di Palu, itu kami tidak tahu,” kata Ardian, menjawab pertanyaan asisten.
Namun menurutnya, dalam setiap penyaluran tabung, kuota yang disiapkan Pertamina berdasarkan kuota metrik ton dalam setahun. Sementara untuk harian, pihaknya mendistribusikan sebanyak 1200 ton dalam sehari. Dia menjelaskan pertamina hanya mengetahui data yang berasal dari Hiswana Migas. Data itu sesuai data masyarakat miskin pada Badan Pusat Statistik (BPS).
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Paku, Syamsul Saifuddin menambahkan, data masyarakat miksin di Kota Palu dalam data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 24 ribu lebih. “Tapi ini di luar dari data UMKM yang juga menjadi sasaran penerima gas elpiji 3kg,” jelasnya.
Karena itu Syamsul berharap, kedepan perlu adanya lampiran data warga miskin dari setiap kelurahan. Yang selanjutnya disampaikan ke setiap pangkalan.
Assisten 2, Denny Taufan menjelaskan, Satgas pengawasan elpiji subsidi perlu terus melakukan koordinasi. Denny menyebut, semua pihak terkait harus terlibat langsung dalam menyelesaikan permasalahan terkait kelangkaan tabung elpiji 3 kg yang kerap terjadi. “Kita berharap ini menjadi masalah kita bersama untuk diselesaikan bersama,” harapnya. (mdi/palu ekspres)






