Minggu, 5 April 2026
Palu  

Wawali Palu: Masyarakat Harus Mengubah Mindset Transaksi Keuangan

Kepala Perwakilan BI Sulteng Abdul Majid Ikram dan Wawali Palu dalam kegiatan kick of digitalisasi ekosistem pasar Kota Palu, Rabu (31/3/2021) di Hotel Alam Raya Palu. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU– Wakil Wali (Wawali) Kota Palu Reny Lamadjido menyatakan dukungan secara penuh terhadap upaya Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam mendorong program transaksi keuangan non tunai ditengah masyarakat khususnya pelaku Usaha Menengah Kecil (UKM).

Menurut Wawali, kini saatnya masyarakat mengubah mindset dalam melakukan transaksi keuangan dari tunai ke transaksi non tunai. Program digitalisasi transaksi ini kata dia merupakan terobosan baik agar pasar rakyat menjadi lebih hidup di masa mendatang.

Dengan adanya program revitalisasi pasar rakyat ini, kedepan transaksi diharap tidak ada lagi yang dilalukan secara tunai dipasar rakyat.

” Kalau yang mendukung 100persen, maka kami mendukung program ini 200 persen.Lebih dari yang lain karena lebih akuntabel dan transparan,”jelasnya.

Hal ini dikemukakan Wawali dalam kegiatan kick of digitalisasi ekosistem pasar Kota Palu, yang digelar BI Sulteng, Rabu (31/3/2021) di Hotel Alam Raya Palu.

Saat ini masyarakat lanjut dia hampir seluruhnya melakukan aktifitas komunikasi dengan perangkat android

“Awalnya mungkin agak ribet. Namun karena semua punya android, maka saat ini digitalisasi pasar harus dilaksanakan dengan cepat. Suka atau tidak suka kita harus kearah sana,”paparnya.

Reny dalam kegiatan yang dihadiri pelaku UKM di Kota Palu ini berpesan agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid-19.

“Ikuti imbauan Prokes di area pasar. Covid-19 di Palu kini turun. 10 keluarahan sudah nol kasus. InsyaAllah tidak ada lagi Covid di Palu dan masyarakat diharap jangan takut,”tandasnya.

Sebelumnya Kepala Perwakilan BI Sulteng Abdul Majid Ikram mengatakan, kegiatan kick of digitalisasi ekosistem pasar diikuti pelaku UKM dari empat pasar di Kota Palu. Kegiatan inj bertujuan mendorong transaksi keuangan kedpean dilakukan secara digital. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19.

“Memang ada pembatasan namun ekonomi tidak boleh terpuruk. Tahun 2020 ekonomi Palu kurang bagus, tumbuh negatif. Ini sebagai bahan introspeksi kita bersama,”katanya.

Untuk mendorong perbaikan ekonomi itu, maka kata Majid Pemerintah tidak boleh bekerja sendiri. Tidak bisa maksimal jika tanpa support.

“Support itu bisa datang termasuk dari pedagang yang membantu dengan kegiatan perdagangan,”ujarnya.

BI menurutnya terus mendorong penggunaan QRIS bagi pedagang. Saat ini ditargetkan sebanyak 12 juta merchant ikut dalam digitalisasi tersebut.

Hal itu juga sangat bermanfaat bagi pemerintah. Karena dana transaksi keuangan daerah bisa langsung masuk ke rekening daerah.

Demikian kepada pihak Perbankan. Digitalisasi keuangan ini bisa memperluas literasi kepada masyarakat.

“Jadi ledagang yang belum memiliki aplikasi, silahkan gunakan aplikasi ke Perbankan,”demikian Majid. (mdi/palu ekspres)