Minggu, 5 April 2026

BI Sulteng Optimalkan Pelayanan Non Tunai Sepanjang Ramadan-Idul Fitri 2021

Abdul Majid Ikram. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) telah memastikan kesiapan dan ketersediaan instrumen pembayaran baik tunai maupun non tunai selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 H.

Kepala Perwakilan BI Sulteng Abdul Majid Ikram menjelaskan, dari sisi non-tunai pihaknya akan memberi pelayanan yang optimal dalam menyediakan sistem pembayaran yang andal dan siap menunjang transaksi non-tunai di masyarakat.

Mulai dari Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), Real Time Gross Settlement (RTGS), Quick Response code Indonesia Standard (QRIS), dan mengembangkan BI Fast Payment System (BI-FAST).

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat khususnya melalui sentuhan saat melakukan transaksi, BI menurutnya akan mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan penggunaan metode transaksi non-tunai.

Hal ini kata dia dilakukan dengan menerapkan beberapa kebijakan. Seperti memperpanjang masa berlaku tarif SKNBI sebesar 1persen dari BI ke Bank dan maksimal tarif Rp2.900 dari bank ke nasabah sampai 31 Desember 2021.

Kemudian memperkuat kebijakan QRIS dengan meningkatkan limit transaksi dari Rp2juta menjadi Rp5juta per transaksi mulai 1 Mei 2021.

Penurunan tarif MDR untuk merchant badan layanan umum dari 0,7 persen jadi 0,4persen mulai 1 Juni 2021

Memperpanjang pemberlakuan tarif MDR 0persen untuk merchant usaha mikro sampai 31 Desember 2021.

Sebagaimana arahan Kemendagri yaitu untuk membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di seluruh wilayah di nusantara pada tahun 2021.

Kantor Perwakilan BI Sulteng sendiri sebut Abdul Majid Ikram, telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di Sulteng membentuk TP2DD untuk mempercepat digitalisasi daerah dan penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP).

Saat ini sudah terbentuk 3 TP2DD tingkat kabupaten, yaitu Sigi, Donggala, dan Buol. Sedangkan untuk kota/kabupaten lainnya di Sulteng masih dalam proses.

Karena ujarnya, kemajuan digitalisasi daerah tersebut salah satunya dilihat dari jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS di Sulteng. Per 9 April 2021 jumlah merchant QRIS di Sulteng mencapai 30.705 merchant.

Meningkat sebanyak 3.570 merchant dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yang berjumlah 27.135 merchant.

Secara klasifikasi jenis usaha, total usaha mikro yang sudah menggunakan QRIS mencapai 15.130 merchant atau hampir setengah dari total keseluruhan. Secara spasial.

“Perkembangan merchant QRIS masih didominasi tersebar di kota Palu sekitar 55,62persen atau setara 17.077 merchant dari total keseluruhan di Sulteng,”demikian Abdul Majid Ikram. (**/mdi/palu ekspres)