Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Deadline Dua Bulan Tuntaskan DPO MIT Poso, Begini yang Dilakukan Satgas Madago Raya

Salah satu kegiatan preemtif Satgas OPS Madago Raya di Kabupaten Poso. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Selain melakukan penyekatan, pencarian dan pengejaran terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO) kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Satuan Tugas Operasi (Satgas OPS) Madago Raya gencar melaksanakan kegiatan preemtif di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang bersifat preemtif yang dilakukan berupa pembinaan, penggalangan tokoh-tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat untuk mendapat simpati dan dukungan pelaksanaan operasi Madagoraya 2021.

Untuk diketahui, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan kerjanya bersama Panglima TNI di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Jumat (28/5/2021) silam telah memberikan dealine kepada Kapolda Sulteng dan Danrem 132 Tadulako untuk segera menyelesaikan kekerasan yang dilakukan DPO MIT Poso dalam tempo dua bulan.

Menindaklanjuti hal ini, maka Satgas Preemtif di bawah pimpinan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng Kombes Pol. Set Stephanus Lumowa terus bergerak mengunjungi tokoh-tokoh yang ada di Poso untuk dapat berpartisipasi dan mendukung kegiatan satgas ops Madagoraya.

Kasatgas Humas Madago Raya Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK melalui rilis yang diteruskan kepada media di Palu, Selasa (15/6/2021) mengungkapkan beberapa pesan yang disampaikan Satgas Preemtif kepada tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama di Kabupaten Poso antara lain bahwa terorisme merupakan musuh bersama.

Kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan kelompok MIT Poso tidak ada hubungannya dengan agama apapun, Masyarakat dihimbau untuk tidak memberikan bantuan kepada DPO MIT Poso baik itu informasi, dukungan logistik, anggaran ataupun tempat untuk bersembunyi. Jelas Didik yang juga Kabidhumas Polda Sulteng ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, Satgas preemtif juga melibatkan Kasatbinmas Polres Poso, Kapolsek dan para Bhabinkamtibmas, FKUB Poso dan Dinas terkait lainnya.

“Kami terus bersinergi guna mencegah berkembangnya paham radikalisme dan mencegah masyarakat menjadi simpatisan kelompok MIT Poso,”demikian Didik Supranoto. (***/mdi/palu ekspres)