Minggu, 5 April 2026

BRI Siapkan Rp5 Triliun Pinjaman KUR di Sulteng

Gubernur Sulteng HRusdy Mastura , dan Regional Ceo BRI Menado Jhon Sarjono dalam penandatanganan MoU pinjaman UMKM, Rabu 7 Juli 2021 di ruang kerja Gubernur Sulteng. Foto: Humas Pemprov Sulteng.

PALU EKSPRES, PALU – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyiapkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar Rp5 Triliun. Hal ini sebagai dukungan BRI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulteng.

Regional Ceo BRI Manado Jhon Sarjono menyebut, penyiapan dana pinjaman KUR tersebut sebagai tindak lanjut atas permintaan Gubernur Sulteng H Rusdi Mastura.

Demikian Jhon Sarjono dalam penandatanganan MoU pinjaman UMKM bersama Gubernur Sulteng H Rusdi Mastura, Rabu (7 /7/2021) di ruang kerja Gubernur Sulteng.

Sebelum penandatangan, Jhon Sarjono menjelaskan , bahwa platfond KUR yang tersedia pada BRI sebesar Rp2.912 Miliar. Yang tersalurkan sebesar Rp1.098 Miliar untuk 37.962 nasabah atau peneriman KUR. Sementara dana yang masih tersedia sebesar Rp1.814 M.

“Kami berharap dukungan agar penyalurannya dapat berjalan baik untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Jhon Sarjono.

Kedepan kata dia, diharapkan peran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitasi KUR BRI yang tersedia dan fasilitas lainnya yang tersedia pada Bank BRI.

Jhon Sarjono berharap petani di Sulteng dapat memanfaatkan fasilitas KUR tersebut dengan dukungan dan penguatan dari perangkat pemerintah.

Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura menyambut hangat rencana tersebut. Menurutnya apa yang menjadi salah satu visi misinya mendapat dorongan pihak BRI.

Gubernur menjelaskan, sejauh ini APBD Sulteng sebesar Rp 4 triliun lebih. Sementara saat ini BRI juga menyiapkan dana KUR sebesar Rp5 Triliun untuk disalurkan kepada masyarakat berupa pinjaman lunak. Dengan harapan KUR tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kepada OPD teknis dapat memberikan fasilitasi kepada petani untuk dapat memanfaatkan fasilitas KUR yang disiapkan BRI,” jelasnya.

Cudi sapaan akrab gubernur menyatakan, ke depan sektor swasta sangat diharapkan dapat mengambil peran yang besar dalam peningkatan kesejahtraan masyarakat dan peningkatan pembangunan di Sulteng.

“Saat ini konsentrasi kita untuk mempercepat pemulihan dampak bencana. Penanganan Covid dan percepatan penanganan kasus Poso. Jadi APBDP tahun ini kita pastikan untuk penanganan permasalahan tersebut,” jelasnya lagi.

Cudi mengatakan, Sulteng merupakan daerah yang sangat kaya. Akan tetapi tingkat kemiskinan masih sangat tinggi.

“Kedepan kita harus meningkatkan fiskal daerah untuk untuk mempercepat peningkatan kesejahtraan masyarakat,” paparnya.

Gubernur pun berterimakasi kepada Koperasi RMP Indonesia Mandiri Provinsi Sulteng yang sudah mengambil peran untuk melakukan pembelian dan pemasaran produksi pertanian masyarakat.

Selanjutnya Gubernur dan Regional CEO BRI Manado , melakukan Penandatangan MOU didampingi  Wakil Gubernur dan OPD Terkait. (**/mdi/palu ekspres)