MASIH banyaknya warga Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) yang memprihatinkan pascabencana 2018 lalu membuat terharu Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura.
Entah kepada siapa dia menitip pesan, “Kita tak boleh menari-nari di atas penderitaan masyarakat,” ujar Rusdy Mastura yang menyuarakan hatinya itu di ruang kerja gubernur pekan lalu, Sabtu 10 juli 2021.
Dalam rilis yang diterima Palu Ekspres dari Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulteng, bekas walikota Palu dua periode itu juga meminta agar semua pihak meluruskan hati dan niat untuk mempercepat rehab dan rekon dampak bencana Sulteng tiga tahun lalu ini.
“Saya meminta semua permasalahan yang menghambat rehab dan rekon dampak bencana PADAGIMO, harus selesai Tahun 2021,” tandas Rusdy.
Dia meminta kepada semua pihak pemangku kepentingan agar mencurahkan perhatiannya untuk mempercepat realisasinya.
“Saya sangat sedih melihat masyarakat sampai saat ini masih tinggal di Huntara,” ungkap gubernur. “Saya dan kita semua merasakan dampak bencana tersebut dan diperparah kita juga ikut terdampak Bencana Covid -19,” tambahnya lagi.
Untuk itu Guberur sudah menyetujui anggaran APBDP Provinsi untuk pembebasan lahan pembangunan kembali jembatan Palu IV dan pembebasan Huntab Petobo menjadi Rp37 Miliar.
Penambahan Alokasi anggaran ini disebabkan tidak diperbolehkannya Kementerian PUPR untuk mengalokasikan anggaran pembebasan lahan. Untuk tidak terjadi masalah, Pemprov kata dia mengambil alih permasalah tersebut agar Pembangunan Jembatan IV segera dilakukan.
Gubernur juga sudah menyetujui proprosal percepatan rehab dan rekon Kabupaten Donggala sebesar Rp12,150 Miliar.
Dia berharap Bupati Donggala dan jajarannya, Satgas PUPR dapat mempercepat seluruh pembangunan pemulihan bencana di Kabupaten Donggala.
Rusdy Mastura juga sudah menyetujui proposal percepatan pemulihan dan percepatan rehab dan rekon dampak bencana dari Bupati Sigi sebesar Rp6 Miliar.
Dia pun menitip harap Bupati Sigi meningkatkan sinergi dengan semua pemangku kepentingan dan satgas PUPR agar pemulihan bencana cepat terwujud.
Selanjutnya sehubungan dengan adanya permintaan masyarakat Talise untuk pelaksanaan pematangan lahan pada sekitar pembangunan Huntab Talise agar tidak terjadi hambatan gubernur meminta Dinas Bina Marga dan Tata Ruang untuk mendukung pelaksanaan pematangan lahan tersebut dan sesuai perencanaan dibutuhkan biaya sebesar Rp3,5 Miliar.
“Saya sudah menyetujui anggaran tersebut saya minta supaya Dinas Bina Marga bersinergi dengan Pemerintah Kota Palu dan satgas PUPR untuk dapat mempercepat prosesnya dan pembangunan Huntab Talise supaya segera dapat dilaksanakan,” ujar Rusdy.
Selanjutnya sesuai permintaan Dinas Cikasda Propinsi atas adanya kendala dalam pembangunan SPAM untuk pemenuhan Air Bersih akibat Dampak bencana, Selanjutnya Gubernur sudah menyetujui alokasi anggaran untuk pembebasan lahan untuk pembangunan SPAM sebesar Rp2,6 Miliar.
Gubernur mengharapkan karena anggaran tersebut tersedia pada APBDP bila ada surat pernyataan yang dibutuhkan agar seluruh percepatan rehab dan rekon dapat diwujudkan.
Gubernur juga mengharapkan agar seluruh Huntab yang sudah terbangun baik oleh PUPR dan lembaga donor lainnya kiranya segera dapat ditetapkan masyarakat terdampak yang berhak untuk menempatinya dan segera dilakukan validasi data kebutuhan perumahan yang dibutuhkan untuk masyarakat terdampak bencana.
Rusdy Mastura kembali mengingatkan bahwa prioritas ini merupakan bagian dari visi dan misi-nya sebagai gubernur terpilih pada waktu kampanye pilgub kemarin.
“Itu harus kami wujudkan. Tahun 2021 ini kita selesaikan masalah dampak bencana Padagimo dan masalah Poso yang sampai saat ini mengganggu ketentraman sebagian masyarakat Poso,” tandasnya. Termasuk juga kata dia, penanganan bencana Covid.
Selanjutnya kata Rusdy, Tahun 2022 dalam RPJMD sesuai dengan visi misinya, maka pemerintah harus berusaha mempercepat pembangunan Sulteng. Setiap kabupaten dan kota harus dibangun secara merata dengan cara meningkatkan Fiskal daerah.
“Kita harus wujudkan Sulawesi Tengah In Corporate, Smart Village, memperluas pasar potensi yang ada di masyarakat dengan pembangunan infrastruktur yang menunjang distribusi hasil produksi masyarakat.
“Semoga harapan dan cita cita saya mendapat pertolongan dari Allah, Tuhan Yang maha Kuasa untuk membangun dan memberikan kesejahteraan masyarakat di negeri tercinta ini,” ujar Cudi yang ditutup dengan doanya. (***/aaa/pe)
Ini Anggaran Rehab dan Rekon Pascabencana Padagimo APBDP Tahun 2021 :
- Pembebasan lahan untuk Huntab Petobo menjadi Rp37 Miliar.
- Percepatan rehab dan rekon Kabupaten Donggala sebesar Rp12,150 Miliar.
- Percepatan rehab dan rekon Kabupaten Sigi sebesar Rp6 Miliar.
- Pematangan lahan pada sekitar pembangunan Huntab Talise dari Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Rp3,5 Miliar.
- Program Dinas Cikasda Provinsi atas adanya kendala dalam pembangunan SPAM Rp2,6 Miliar. ***






