Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Dinkes Parimo Kekurangan Stok Vaksin COVID-19

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Parimo, Fauziah Alhadad. Foto : Istimewa.

PALU EKSPRES, PARIMO – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa pekan terakhir mengalami kekurangan stok vaksin COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Parimo, Fauziah Alhadad saat menghadiri rapat tindaklanjut PPKM level 3 bersama Satgas COVID-19 di lantai dua Kantor Bupati, Kamis (5/8/2021).

Menurut Fauziah, beberapa pekan ini distribusi vaksin dari Provinsi Sulteng memang tidak ada. Sebab, kasus COVID-19 di daerah Jawa dan Bali meningkat. Sehingga, tidak ada distribusi vaksinasi dari pemerintah pusat.

“Dan permintaan vaksin ini sudah beberapa kali saya sampaikan ke pihak Provinsi, tetapi belum ada karena beberapa pekan ini stok vaksin memang tidak ada,” ujarnya.

Namun menurutnya, saat ini vaksin itu sudah ada di Dinas Kesehatan sebanyak kurang lebih 700 vial. “Alhamdulillah, tadi malam ada vaksin yang masuk sekitar 700 vilal lebih, ditambah lagi ada 100 vial yang dialokasikan dari Provinsi,” terangnya.

Ia berjanji, untuk status vaksinasi pekan depan akan kembali normal. Parigi Moutong sendiri cakupan vaksinasi rendah, akibat pembagian dari Provinsi jumlahnya secara merata.

Olehnya, ia meminta agar jatah vaksin untuk Parigi Moutong jumlahnya lebih banyak lagi dari daerah lain di Sulawesi Tengah. “Harusnya, ketika Poso dapat 100 Parimo 200 hingga 300 vial. Namun begitulah keadaanya,” ujarnya.

Sehingga, ia meminta kepada pihak terkait untuk membantu mereka melobi ke Pemerintah Provinsi dalam hal pengadaan vaksin, agar ke depan bisa mendapat alokasi lebih besar lagi.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada vaksinasi tahap dua. “Alhamdulillah, ada vaksin masuk tadi malam itu sebagian kami sudah distribusikan ke sejumlah Puskesmas untuk penanganan vaksinasi tahap dua. Dan sisanya untuk vaksinasi masyarakat tahap satu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan stok vaksin yang akan diperuntukan bagi pejabat pelayanan publik yang sebelumnya belum menjalani vaksinasi. 

Karena berdasarkan data pihaknya, sejak launching vaksin tahap pertama, rata-rata pejabat OPD baru beberapa orang yang menjalani vaksinasi. Sehingga, saat ini pihaknya tengah membuat jadwal untuk pelaksanaan vaksinasi.

“Jadi, ketika stok vaksin sudah banyak terdistribusi ke Parimo, maka serentak kami jadwalkan di OPD atau di seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya. (asw/palu ekspres)