Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Pacu Pertumbuhan Ekonomi di Parimo, DPRD: Dinas Pertanian- Perindag Harus Bersinergi

PALUEKSPRES, PARIMO – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Suyadi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi diukur dari PDRB Parimo minus 4 persen lebih tahun kemarin. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Suyadi usai rapat pembahasan pendapatan daerah di ruang rapat DPRD, Rabu (18/8/2021).
Menurut politisi Gerindra itu, ditengah pandemi COVID -19 saat ini sebenarnya masyarakat petani di Parigi Moutong telah melaksanakan panen padi. Namun, mengalami kesulitan memasarkan hasil produksi pertanian mereka.
Bahkan, harga jual beras ditingkat petani sangat rendah dari harga jual di sejumlah pasar di daerah ini.
“Kondisinya sekarang banyak beras petani di gilingan tidak bergerak. Bingung mau mereka pasarkan ke mana, sementara panen meskipun pandemi tetap berlangsung,” ungkapnya.
Hal serupa juga dialami para petani sayur-sayuran, daya beli konsumen yang rendah menyulitkan mereka memasarkan hasil produksi perkebunannya. Padahal, proses penanaman memakan waktu berbulan-bulan dan menelan biaya banyak.
Olehnya lanjut dia, OPD terkait seperti Dinas Pertanian dan Hortikultura serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat harus bersinergi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi petani.
“Jadi kalau Dinas Pertanian sudah berupaya meningkatakan produksinya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus mencari solusi agar hasil produksi petani bisa dipasarkan,” sebut Suyadi.
Selain itu tambahnya, pengalihan fungsi lahan karena persoalan sumber daya air di wilayah Kecamatan Palasa dan beberapa titik lainnya, juga harus segera diatasi.
Pemerintah daerah melalui Dinas PUPRP harus terus membangun komunikasi dengan Balai Sungai Provinsi, terkait dengan tata kelola kewenangan sumber daya air.
“Pintu air di bendungan Mepanga itu rusak, sampai sekarang tidak ada respon, padahal sudah kami laporkan,” ungkapnya.
Menurutnya, perbaikan sumber daya air akan mengantisipasi alih fungsi lahan persawahan. Sehingga, tidak mempengaruhi hasil produksi beras kedepan.

Sehingga, diharapkan pertumbuhan ekonomi Parimo di tahun ini akan membaik, dengan berbagai upaya perbaikan dari pemerintah daerah setempat. (asw/palu ekspres)