Selasa, 28 April 2026

Pasca Pembekuan Keuangan, Pekerjaan New Mal Tatura Tetap Jalan

PALUEKSPRES,PALU – Direktur PT Citra Nuansa Elok (CNE) M Sandiri La Anto menyebut pihaknya bersama kontraktor pelaksana pembangunan New Mal Tatura (NTM) tetap berusaha melaksanakan pekerjaan konstruksi bawah gedung mall tersebut.

Dia menjelaskan, secara teknis proses pekerjaan bawah NTM harus tetap berjalan. Pasalnya, terdapat sumber mata air pada struktur tanah dibawah. Saat ini pekerjaan yang dilaksanakan non stop 24 jam adalah menguras air dengan menggunakan mesin alcon.

Sebab kata dia, jika tidak dilakukan penyedotan air, maka dikawatirkan struktur tanah bagian tengah menjadi lemah dan berpengaruh terhadap bangunan sekitarnya.

“Kami tetap melaksanakan pekerjaan dengan anggaran yang sudah berjalan sebelumnya,”jelasnya.

Demikian Memet, sapaan akrabnya di depan Komisi Gabungan DPRD Palu, Senin 6 September 2021 di kantor kontraktor pelaksana pembangunan NTM

Memet menjelaskan, pada prinsipnya, pihaknya mengapresiasi dan menghargai langkah Wali Kota Palu dalam hal ini pemegang saham terbesar untuk melakukan pembekuan keuangan sambil menunggu selesainya proses audit. Karena hal itu memang menjadi hak pemegang saham.

Keputusan untuk tetap melaksanakan pekerjaan konstruksi bawah ini ujarnya juga sebagai bentuk dukungan kepada Wali Kota Palu.

“Kami menilai, jika pekerjaan terganggu maka ini juga akan memberi kesan tidak baik kepada wali kota,”sebutnya.

Sementara itu, Abdul Rahman selaku pelaksana pembangunan NTM menjelaskan, saat ini progres pembangunan NTM sudah mencapai 49,46 persen. Jika dirupiahkan, totak persentase keuangan sebesar kurang lebih Rp69 Miliar.

Abdul Rahman mengaku tetap akan bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan yang diatur sesuai kontrak. Meski katanya terjadi pembekuan keuangan PT CNE.

Sementara itu Anggota DPRD Palu, Ridwan Basatu menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya digelar di DPRD Palu.

Rdwan mengaku sengaja ingin melihat langsung kondisi pembangunan NTM pasca pembekuan keuangan. Alhasil katanya, proses pembangunan ternyata tetap berjalan.

“Kelihatannya diapangan ini tetap berjalan. Sepertinya tidak ada dampak. Sehingga asumsinya PT CNE ini kuat dari aspek keuangan,”kata Ridwan Basatu.

Ia mengaku kunjungan ini juga pihaknya ingin mendapatkan penjelasan terkait keputusan Wali Kota Palu untuk melakukan pembekuan keuangan.

“Kita mau tau kenapa terjadi pembekuan keuangan? Pemilik saham terbesar memang adalah Pemkot. Makanya pembekuan itu adalah hak pemegang saham.Sebagai legislatif dan pengawasan pemerintahan. Kita datang karena kepala daerah pemegang saham terbesar,”ujarnya.

Termasuk keputusan Pemkot Palu dalam hal ini wali kota untuk menunjuk siapa yang menjadi direksi PT CNE.

“Namun kunjungan kami ini untuk memastikan di lapangan. Sekaligus mengumpulkan bahan untuk RDP lanjutan yang rencana kami akan mengundang semua pihak,”katanya.

Ridwan juga menyebut, rencana RDP kedua akan dilaksanakan pada Kamis 9 September 2019.

“Setelah itu mungkin nanti kami di DPRD akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi,”tandasnya

Selanjutnya Joppy A Kekung yang mengaku pihaknya tidak pernah menerima lampiran tentang adanya permasalahan pada manajemen PT CNE. Demikian halnya pada laporan BPK RI yang menjadi bagian dalam laporan pertanggungjawaban APBD.

“Kami tidak tau apa alasan Wali Kota membekukan keuangan ini. Makanya dalam RDP nanti perlu dihadirkan.
Kita tunggu penjelasan dari Pemkot. Karena tidak pernah ada temuan dari BPK dalam laporan keuangan,”ujarnya.

Joppy menambahkan, Mal Tatura adalah icon Kota Palu. Tidak banyak kata dia pemerintah daerah di Indonesia yang memiliki mall. Bahkan menurutnya, karena kepemilikan Pemkot Palu atas sebuah mall, pihaknya pernah mendapat kunjungan DPRD Mamuju untuk membahas hal tersebut.

“Ya kami menjelaskan bahwa polanya ada pinjaman daerah untuk itu,”beber Joppy.

Terkait pembekuan keuangan, Joppy menyatakan sebaiknya dicari titik temu antara direksi PT CNE dan pemegang saham.Sehingga pembangunan mall bisa tetap berjalan.

“Kalau tidak salah ada konsekuensi hukum terkait kontrak yang sudah terjalin antara PT CNE dan para investor,”jelasnya lagi.

Senada, Joppy juga menyebut kunjungan langsung ke NTM untuk mencari bahan pada RDP ke – dua.

“Sehingga akan melahirkan rekomendasi kepada Pemkot Palu.
Terserah nanti pak wali kota mau menanggapi bagaimana,”katanya.

Anwar Lanasi dalam kesempatan ini mengaku sangat mengapresiasi pihak PT CNE dan kontraktor pelaksana yang tetap berusaha melaksanakan pekerjaan mall tersebut.

“Artinya ada niat baik untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak,”katanya.

Terkait pembekuan keuangan, Anwar Lanasi menilai mungkin terjadi mis komunikasi antara pemegang saham dan direksi.

“Kehadiran DPRD ingin melihat bagaimana masalah ini bisa terjadi. Semoga bisa terjadi kesepakatan solusi yang baik antara kedua belah pihak,”ujarnya.

Kendati begitu, Anwar Lanasi mengaku cukup menyayangkan keputusan pembekuan keuangan oleh pemilik saham. Pasalnya, dikawatirkan bisa menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat. (mdi)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777