Gubernur Sulteng H Rusdi Mastura dalam upacara HUT ke- 43 Kota Palu, Senin 27 September 2021 di Halaman Kantor Wali Kota Palu. Foto: Hamdi Anwar/PE
Ini menyusul adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan BRI terkait rencana penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5 Triliun. Serta penyaluran kredit dari BPD Sulteng sebesar Rp200 Miliar.
Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali perekonomian rakyat yang terdampak akibat pandemi Covid-19.
“Dalam rangka menghidupkan kembali ekonomi rakyat yang terdampak pandemi Covid-19 Pemprov sudah MoU dengan BRI terkait penyaluran dana sebesar Rp5 Triliun,”ungkap Gubernur dalam upacara peringatan HUT ke 43 Kota Palu, Senin 27 September 2021 di Halaman Kantor Wali Kota Palu.
Cudi sapaan akrab Gubernur Sulteng juga mengatakan pelaku UMKM di Palu segera memanfaatkan penyaluran pinjaman sebesar Rp20 Miliar melalui BPD Sulteng.
Sehingga dalam waktu yang cepat pelaku UMKM bisa mengembangkan kembali usahanya. Apalagi pinjaman melalui dua Perbankan tersebut,untuk pinjaman Rp100 juta tidak menggunakan agunan dan hanya dikenakan bunga 4persen.
Terkait dengan adanya rencana itu, Gubernur meminta Wali Kota Palu beserta aparatur segera mendorong masyarakat untuk memanfaatkan dana tersebut.
“Itu kira-kira untuk UKM Kota Palu. Dari hasil tanda tangan dengan BRI itu pelan-pelan disalurkan,”harapnya.
Cudi mengimbau jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah daerah menyusun konsep pendampingan bagi pelaku UMKM dalam memanfaatkan pinjaman tersebut. OPD nantinya diharapkan menjadi mitra pemberdayaan UMKM untuk pengembangan usaha.
“Tolong bantu UMKM dan petani kita untuk ambil kredit itu,”harapnya.
Dia menambahkan, jika pinjaman kredit itu tersalur kepada masyarakat, maka tidak akan membuat APBD Sulteng tertekan. Karena hanya 20 persen APBD yang mampu digunakan untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat.
“APBD kita hanya bisa meningkatkan 20 persen ekonomi masyarakat. Tetapi 80persen dari sektor perbankan dan swasta.
Cudi dalam kesempatan itu juga meminta semua pihak terkait untuk meluruskan niat sebagai usaha bersama meningkatkan perekonomian rakyat serta pembangunan daerah.
“Ubah pola pikir dan jangan menunda pekerjaan. Kalau ini cepat dilakukan maka masyarakat Palu bisa menyesuaikan dengan kemajuan yang ada,”demikian Cudi. (mdi/paluekspres)






