PALUEKSPRES,PALU – Kota Palu ditetapkan menjadi salah satu daerah di Sulteng untuk lokus percontohan percepatan penurunan angka stunting tahun 2022.
Berkaitan hal tersebut, Pemkot Palu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyusun sejumlah rencana aksi dalam melaksanakan program-program intervensi pencegahan stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Palu, Indrawati menjelaskan, persentas kasus stunting di Kota Palu sebenarnya sudah berada dibawah persentas nasional. Tahun ini kasusnya tinggal 8,3persen.
Namun begitu, angka potensi resiko stunting masih cukup besar. Resiko stunting ini ditetapkan antara lain pada pasangan usia subur dan wanita hamil.
“Kelompok ini menjadi fase, tapi tidak bisa ditetapkan menjadi angka kasus stunting,”jelas Indrawati melalui sambungan telepon, Kamis 16 Desember 2021.
Karena itu, berkaitan dengan penetapan lokus itu, pihaknya bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lain telah menyusun rencana aksi dengan mengintegrasikan program lintas sektor dan OPD.
Koordinator percepatan penurunan stunting ini kata dia berada pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu.
Berdasarkan hasil rapat bersama lintas sektor dan OPD, maka kata dia ditetapkan sebanyak 20 indikator aksi konvergensi dalam percepatan itu. 11 diantaranya menjadi progam di Dinkes Palu.
Ke 11 program kerja Dinkes Palu antara lain mencakup layanan ibu hamil untuk mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Cakupan ibu hamil untuk mendapatkan tablet tambah darah, cakupan pemantauan kehadiran balita kurus di Posyandu, pemeriksaan ibu hamil secara lengkap.
“Khusus pemeriksaan ibu hamil secara lengkap, kini menjadi enam kali. Empat kali di Puskes dan dua kali di dokter,”jelasnya.
Lalu cakupan layanan kepada anak usia enam sampai 65 bulan untuk mendapatkan tablet vitamin A yang dilakukan dua kali setahun. Yakni Februari dan Agustus.
Cakupan layana terhadap bayi nol sampai 11 bulan yang telah diimunisasi dasar. Cakupan layanan bayi diare untuk mendapatkan suplemen dan cakupan layanan ibu hamil nifas.
“Aksi konvergensi percegahan, percepatan penuru angka stunting di Palu ini rencananya akan dilaunching Januari 2022,”ungkapn.
Indrawa juga menjelaskan, dari 46 kelurahan, lokus aksi konvergensi akan dilakukan di 33 kelurahan.
“Penetapan lokus ini ditetapkan sesuai kajian. Dengan indikator prevalensi angka stunting dan jumlah anak stunting,”paparnya.
Ia mengaku, jauh sebelum penetapan lokus percontohan aksi konvergensi percepatan penurunan angka stunting di Palu, Pemkot memang telah aktif melakukan program-program pencegahan.
Program yang telah berjalan sebelumnya itu kata Indrawati telah menggambarkan penurunan angka stunting di Kota Palu.
“Terus menurun hingga tahun 2021 tersisah 8 kasus. Maka, dengan rencana aksi yang akan dilakukan 2022, Pemkot Palu menargetkan nol kasus stunting tahun 2023,”pungkasnya. (mdi/pe)






