Minggu, 5 April 2026

Ini Pengakuan Keluarga dari ”WaBin” Penjara di Rumah Bupati Langkat

Kerangkeng di kediaman Bupati (nonaktif) Langkat Terbit Rencana Peranginangin. Polisi menyebut penjara itu untuk rehabilitasi pecandu narkoba. (DOK. DEWI/SUMUT POS)/ jawapos

PALUEKSPRES, LANGKAT- Hana, isteri dari salah satu Warga Binaan (Wabin) kerangkeng manusia milik Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin membuat pengakuan berbeda tentang penjara dimana suaminya ada di sana.

”Harus tetap ada supaya kalau ada masyarakat kami yang menggunakan narkoba bisa direhab di situ. Di situ tidak dipungut biaya apa pun,” ujar perempuan 25 tahun itu kepada Sumut Pos (25/1/2022) seperti dikutip dari Jawapos.

Dua bilik tersebut memang masih menjadi teka-teki. Migrant Care, berdasar laporan yang diterima dari masyarakat, menduga ada perbudakan di balik penjara di rumah Terbit Rencana Peranginangin itu. Puluhan orang di dalamnya dipekerjakan di kebun sawit sejak pagi sampai sore, lalu malamnya dikunci di balik sel.

Ada dugaan pula terjadi penyiksaan di sana. Dari foto yang beredar luas sebelumnya memang tampak ada ”warga binaan” yang wajahnya lebam.

Penjara itu terungkap seiring terciduknya Terbit Rencana dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi pekan lalu. Dia kini ditahan di Jakarta.

Puluhan orang yang sebelumnya berada di bilik-bilik berjeruji besi di rumah bupati Langkat itu sudah tidak ada di sana. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat sudah melakukan asesmen terhadap mereka di kantor camat Kuala (25/1).