Minggu, 5 April 2026

Generasi Muda Indonesia Harus Mampu Kuasai Isu Dalam Negeri dan Global. Ini Alasannya Kata Wapres

Wapres K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri secara daring Wisuda VIII Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang Tahun Akademik 2021/2022Sabtu (12/02/2022)/ foto: Setwapres/ PaluEkspres

PALUEKSPRES, JAKARTA- Unifikasi dunia semakin mengaburkan batas-batas negara. Permasalahan dalam suatu negara dapat berdampak terhadap negara lain dalam waktu singkat.

Karena itu, Wapres KH Maruf Amin menekankan kepada generasi muda agar menguasai isu domestik dan isu global secara bersama.

“Isu domestik dan isu global adalah tandem yang harus kalian kuasai,” Demikian sambutan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri secara daring Wisuda VIII Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang Tahun Akademik 2021/2022, dari Kediaman Resmi Wapres Jakarta, Sabtu (12/02/2022).

Menurut Wapres, arus globalisasi dan digitalisasi kian deras, berbagai tantangan dan peluang baru perlu disikapi dengan cara yang tidak biasa. Melalui kemampuan teoretis dan praktis di lapangan, pemuda Indonesia tanpa kecuali generasi muda muslimnya, diharapkan dapat berkompetisi global sebagai pelaku yang memberikan teladan, bukan hanya jadi penonton.

“Pemuda-pemudi Islam Indonesia harus menjadi role model bagi generasi muslim dunia, yaitu generasi muda muslim yang moderat, toleran, berdaya saing global, dan maju,” tegas Wapres.

Wapres mengatakan ada poinyang perlu diperhatikan generasi muda dalam berkiprah di masyarakat. Poin pertama, nilai-nilai toleransi harus dipegang sebagai kunci kehidupan harmonis bangsa Indonesia di tengah pluralitasnya.

“Nilai ini harus terus Saudara implementasikan dalam kehidupan Saudara. Jangan tinggalkan nilai-nilai kebangsaan kita, karena itulah jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” tandasnya.

Di samping itu, perkembangan global perlu dipelajari dalam merumuskan suatu kebijakan di dalam negeri.

Wapres menegaskan generasi muda tidak boleh pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Karena pemimpin berkualitas lahir dari tempaan dan pembelajaran yang tak kenal lelah. Namun, semua hal tersebut tetap perlu dilengkapi dengan akhlak mulia.